“Pesta” Panen Garam di Sidoarjo

Yovie Wicaksono - 7 October 2021

SR, Sidoarjo – Sejumlah petani garam mengangkut hasil panen mereka ke pinggir kolam berbentuk persegi yang terhampar disepanjang lingkungan tambak di kawasan Banjar Kemuning, Sedati, Sidoarjo.

Para petani secara berkelompok membagi tugas mengumpulkan garam yang ada di dalam sebidang tambak, lalu diangkat dan ditaruh diatas gerobak sorong untuk kemudian dipindahkan ke pinggir dan dikeringkan selama sehari penuh.

Salah satu petani garam, Hariyanto (27) mengatakan, proses panen mulai dilakukan pukul tiga sore dengan dibantu dua rekannya.

“Habis panen garam, didiamkan dulu seharian supaya kandungan air nya hilang, besoknya baru diisi dimasukan karung, terus ditaruh di gudang,” kata Hariyanto.

Proses panen tidak bisa dilakukan sekaligus, tergantung kondisi petak yang telah siap.

Dari 45 petak yang telah digarap Hariyanto, selama satu setengah bulan, hanya 12 kotak saja yang bisa dipanen.

“Panennya tiap hari selama seminggu. Pakai terpal juga untuk alasnya supaya garam gak kotor dan kualitasnya bagus,” ujarnya.

Dari hasil panen tersebut, Hariyanto terkadang bisa mendapatkan 100 kilogram garam atau setara 1000 karung untuk dijual seharga 50-55ribu per karung.

“Nanti setelah panen ditaruh di gudang lalu dijual eceran dan ke pabrik. Paling jauh yang beli itu dari Kalimantan, Bali,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.