Luka dan Getir Membebaskan Awdella di Panggung Ekspectanica
SR, Surabaya – Langit Surabaya di kawasan Jatim Expo tampak benderang pada Sabtu malam, 24 Januari 2026. Ribuan pasang mata tumpah ruah dalam gelaran Ekspectanica, sebuah festival musik yang menjadi magnet bagi para pecinta melodi emosional.
Di antara deretan musisi papan atas, kehadiran Alda Wiyekedella atau yang akrab disapa Awdella, menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Sebagai penyanyi kelahiran Surabaya, kepulangannya ke panggung Kota Pahlawan ini membawa energi yang lebih dari sekadar penampilan rutin,ia membawa sebuah pernyataan emosional yang baru saja lahir.
Riuh rendah tepuk tangan menyambut langkah Awdella saat ia berdiri tegak di tengah panggung yang megah. Dengan latar lampu panggung yang dramatis, jebolan Indonesian Idol X ini tidak langsung menyapa dengan lagu bertempo cepat.
Ia justru menciptakan keheningan yang mencekam, seolah-olah sedang mempersiapkan mental para penonton untuk masuk ke dalam babak baru dalam perjalanan musikalnya. Aura romantis yang biasanya melekat padanya seolah luruh, berganti dengan nuansa yang lebih gelap dan berani.
Puncaknya terjadi ketika intro lagu terbarunya, “Aku Juga Manusia”, mulai mengalun. Lagu yang baru saja dirilis satu hari sebelumnya, pada 23 Januari 2026, ini langsung menyedot perhatian seluruh area Jatim Expo. Ada rasa getir yang kental saat bait pertama meluncur dari bibirnya. Penonton yang tadinya sibuk dengan ponsel mereka, perlahan terdiam, terhanyut dalam narasi tentang luka yang tersembunyi di balik sebuah hubungan yang tampak baik-baik saja namun sebenarnya menghancurkan secara perlahan.

Di bawah sorot lampu yang meredup menjadi warna biru kelam, Awdella tampak begitu menghayati setiap baris liriknya. Ia sering kali memejamkan mata dengan erat, seolah setiap nada yang ia keluarkan adalah serpihan beban yang sedang ia lepaskan dari dadanya.
Suaranya yang serak namun bertenaga bergetar hebat saat mencapai bagian chorus, menggambarkan perjuangan batin seorang perempuan yang terjebak dalam kendali pasangan. Ekspresi wajahnya yang penuh kepedihan membuat atmosfer di gedung tersebut terasa begitu intim dan emosional, seolah setiap penonton turut merasakan beban mental yang ia ceritakan.
“Aku Juga Manusia” bukanlah sekadar lagu patah hati biasa yang bicara tentang perpisahan. Melalui lagu ini, Awdella berani membedah sisi gelap dari sebuah toxic relationship atau hubungan tidak sehat yang sering kali dipertahankan hanya atas nama harapan semu.
Lagu ini menjadi cermin bagi banyak orang yang terlalu lama menunggu perubahan dalam ketidakseimbangan cinta, di mana satu pihak terus memberikan segalanya sementara pihak lain terus-menerus memberikan luka emosional.
Lewat lagu kedelapannya di bawah naungan Inspire Music ini, Awdella menekankan pentingnya kesehatan mental dalam sebuah hubungan. Lirik yang berbunyi: …Melihatku sebagai manusia, yang bisa memilih tuk bahagia, sebahagia kamu melukaiku … menjadi puncak dari pemberontakan batin yang ia suarakan.
Pesan yang dibawa sangat mendalam, bahwa setiap orang memiliki batas ketahanan dan berhak untuk memilih kebahagiaannya sendiri, bahkan jika itu berarti harus melangkah pergi dari orang yang pernah dianggap sebagai segalanya.
Awdella menjelaskan bahwa keberanian untuk pergi adalah bentuk tertinggi dari mencintai diri sendiri. Dalam sesi jeda penampilannya, ia sempat berbagi pesan yang menyentuh hati para pendengarnya.
“Hubungan itu seharusnya menjadi tempat kita pulang dengan tenang, bukan tempat yang terus-menerus menciptakan luka baru. Karena ketika hubungan itu sudah tidak sehat, ia bisa merusak mental kita. Setiap manusia berhak dicintai secara layak tanpa harus kehilangan dirinya sendiri,” ungkapnya dengan nada bicara yang tulus.
Lantas, ia mengungkapkan bahwa lagu ini didedikasikan untuk siapa pun yang sedang berjuang menemukan kekuatannya kembali. “Aku ingin lagu ini menjadi suara bagi mereka yang selama ini hanya bisa diam dalam kelelahan emosional. Melalui ‘Aku Juga Manusia’, aku ingin kita semua ingat bahwa mengakui rasa sakit dan memilih untuk sembuh bukanlah sebuah kelemahan, melainkan keberanian yang luar biasa untuk menjadi manusia seutuhnya,” tambah Awdella yang disambut haru oleh penonton.
Saat bait terakhir lagu itu usai, keheningan sempat bertahan selama beberapa detik sebelum akhirnya meledak dalam sorak-sorai dan standing ovation. Awdella berdiri di sana, dengan napas yang masih memburu dan mata yang berkaca-kaca, berhasil menuntaskan misinya malam itu. Ia tidak hanya menyanyi; ia telah memberikan sebuah ruang aman bagi ribuan jiwa di Jatim Expo untuk menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam luka mereka, dan bahwa mereka selalu punya hak untuk kembali menjadi “manusia” yang layak bahagia. (js/red)
Tags: aku juga manusia, awdella, ekspectanica, jatim expo, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





