Linksos Gandeng UKM Gesyal Kurangi Angka Pengangguran Penyandang Disabilitas

Yovie Wicaksono - 25 September 2019
Pembina Lingkar Sosial Indonesia, Kertaning Tyas dan Founder Gesyal, Nancy Valency menunjukkan nota kesepahaman pada Senin (22/9/2019). Foto : (Linksos)

SR, Malang – Lingkar Sosial Indonesia (Linksos) bersama UKM Gesyal yang berbasis kewirausahaan sosial dengan produk zero waste gelang, kalung gamelan dan syal di Malang, menandatangani nota kesepahaman pada Senin (22/9/2019).

Dari kesepakatan tersebut, kedua belah pihak sepakat akan branding logo “Gesyal cooperated with Lingkar Sosial.” Melalui kerjasama tersebut, penyandang disabilitas yang ingin melakukan wirausaha tak harus memiliki modal uang, melainkan setidaknya memiliki keterampilan kerja.

Pembina Lingkar Sosial Indonesia, Kertaning Tyas mengatakan, pihaknya optimis menyambut kerjasama tersebut guna meningkatkan pendapatan penyandang disabilitas.

“Kerjasama ini juga dapat mengurangi angka pengangguran masyarakat penyandang disabilitas. Saat ini, setidaknya 5 penyandang disabilitas telah bekerja dalam proyek kerjasama tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Ken ini, pada Rabu (25/9/2019).

Ken menambahkan, branding logo “Gesyal cooporated with Lingkar Sosial” ini akan berdampak pada pengurangan stigma, dimana penyandang disabilitas dalam proyek kerjasama ini, melalui organisasi Lingkar Sosial Indonesia berkesempatan menjadi subyek bisnis yang setara dengan UKM Gesyal.

Founder Gesyal, Nancy Valency menambahkan, kerjasama tersebut dapat meningkatkan omzet UKM Gesyal dan organisasi Lingkar Sosial sekaligus dampak sosial atas kegiatan social enterpreneurship (kewirausahaan sosial) yang dilakukan.

Sekedar informasi, kesepakatan bisnis tersebut merupakan kerjasama berkelanjutan yang pertama bagi Linksos sejak 2015 bergerak membangun jaringan bisnis untuk masyarakat penyandang disabilitas.

Selama ini kerjasama yang dilakukan Linksos bersifat sementara atau berlaku per transaksi, seperti pemenuhan kebutuhan seragam perusahaan-perusahaan dan jual beli kriya (kerajinan tangan) dengan sesama organisasi sosial. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.