Kondisi Purabaya di Hari Terakhir Pemberlakuan Larangan Mudik

Yovie Wicaksono - 17 May 2021
Situasi Terminal Purabaya di hari terakhir pemberlakuan larangan mudik, Senin (17/5/2021). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Hari terakhir diberlakukannya larangan mudik oleh pemerintah, beberapa bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) terlihat mulai berdatangan memasuki Terminal Purabaya.

Stand makanan di sepanjang lorong terminal beberapa sudah mulai buka, tak seperti pada hari-hari sebelumnya saat adanya larangan mudik.

“Mulai pagi tadi jumlah bus berangsur-angsur naik. Mereka (armada bus, red) mulai bersiap untuk beroperasi besok, karena kan hari ini pukul 00.00 WIB terakhir pemberlakuan larangan mudik. Kalau kemarin tanggal 6 sampai hari ini hanya bus yang berstiker boleh beropersi, besok itu sudah tidak berlaku lagi,” ujar Kepala Sub Unit Terminal Purabaya, Imam Hidayat, Senin (17/5/2021).

Berdasarkan data, Senin (17/5/2021), hingga 17.00 WIB, sebanyak 80 bus masuk di Terminal Purabaya. Jumlah ini merupakan yang tertinggi selama pemberlakuan larangan mudik.

Adapun trayek paling banyak adalah Surabaya – Malang/Pare – Blitar, yakni 16 bus non ekonomi dan 26 bus ekonomi, kemudian trayek Surabaya – Cirebon – Jakarta – Tangerang (15 bus non ekonomi), serta trayek Surabaya – Probolinggo – Bondowoso/ Jember/ Banyuwangi 11 bus ekonomi.

Sementara untuk keberangkatan, total ada 75 bus keberangkatan dengan dominasi trayek Surabaya – Malang/Pare – Blitar baik non ekonomi maupun ekonomi.

“Kemudian sebanyak 611 penumpang berangkat dari Terminal Purabaya dan 768 penumpang yang datang,” imbuh Imam.

Ia memastikan tidak ada arus balik, mengingat tidak ada arus mudik. Meski pada Minggu (16/5/2021) jumlah penumpang yang datang mencapai 483 orang dan 494 orang berangkat dari Terminal Purabaya.

Angka itu jauh lebih rendah dibanding sebelum adanya larangan mudik yang rata-rata 6.000 – 7.000 penumpang datang dan 9.000 – 11.000 penumpang diberangkatkan per harinya.

“Angka itu sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan jumlah penumpang sebelum adanya pandemi yang rata-rata mencapai 29.000 per hari untuk kedatangan dan 28.300 penumpang berangkat,” jelasnya.

Imam pun menegaskan, setelah berakhirnya masa larangan mudik, pihaknya akan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat di Terminal Purabaya, mengingat pandemi Covid-19 hingga saat ini masih ada.

“Prokes tetap dilaksanakan secara ketat, pemeriksaan surat kelengkapan (bebas Covid-19) mulai dari crew bus sampai penumpang juga tetap jalan,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.