Kejar 1000 Subscribers, Ketua RW Bagikan Tanaman Hias Gratis

Yovie Wicaksono - 31 January 2021
Janan saat ditemui di lapaknya di lingkungan Lebak Tumpang, Kelurahan Pojok. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Seorang perangkat ketua Rukun Warga 03, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri memiliki cara unik dalam menggaet subscribe di channel YouTube miliknya, yakni memperkenankan siapapun mengambil tanaman bunga miana miliknya secara gratis dengan syarat harus mensubscribe channel YouTubenya bernama Primadona Kediri.

“Saya kan punya channel YouTube, kebetulan saya ingin kejar target, monetize kan  syaratnya minimal 1000 subscribers. Makanya saya kejar 1000 subscribers dengan cara  membagikan bunga. Ini merupakan hasil budidaya teman-teman, jadi kita nggak beli, kita nggak kulak, kebetulan hari ini bunga miana banyak yang cari. Bawa 1 hp subscribe 1 gratis 1 tanaman. Bawa 5 hp subscribe 5 gratis 5 juga,” ujar Janan ditemui di lapaknya di lingkungan Lebak Tumpang, Kelurahan Pojok.

Dari dua minggu hasil  membagikan bunga secara gratis, Janan mengaku sudah mendapatkan 400 subscribe baru.

“Dari bagikan bunga gratis ini alhamdulillah ada penambahan sekitar 400 subscribes baru. Kemarin subscribes saya dibawah 500, sekarang sudah 900 sekian, hampir 1000,” jelasnya.

Dari pantauan Super Radio pada Minggu (31/1/2021), channel YouTube Primadona Kediri sudah mencapai 1,07 ribu subscribers.

Adapun pembagian bunga miana secara gratis ini sekaligus menjadi pancingan bagi warga yang hobi mengoleksi tanaman hias untuk datang ke lapaknya sekaligus membeli tanaman yang khusus ia komersialkan (jual).

Menurutnya, bunga miana sekarang sedang banyak disukai kaum ibu-ibu dan komunitas pecinta tanaman hias. Bunga miana yang  dibagikan gratis ini berusia kisaran 2-3 bulan, jika dinominalkan seharga Rp 5000.

“Ini sekaligus menjadi pancingan juga, orang kesini mengambil gratis, dan pasti tertarik dengan produk saya yang lain, yang saya display. Kalau musim pandemi seperti ini omsetnya tidak tentu sih. Kalau per minggu omsetnya dihitung hitung Rp 3-5 juta,” ujarnya.

80 persen jenis tanaman hias yang ia jual maupun ia bagikan secara gratis tersebut merupakan hasil budidaya.

“Contoh tanaman keladi seperti ini, kita hanya beli bonggolnya. Bonggol saya cacah, katakanlah bonggol satu harga Rp 50.000 ribu, saya cacah bisa jadi 40-50 polybag. Itu harga per polybag Rp 20-25 ribu tinggal dikalikan aja,” kata calon bapak satu anak ini.

Janan menambahkan, varietas tanaman hias yang ia jual ada ratusan jenis. Diantaranya tanaman hias caladium, aglaonema, miana, serta bonsai. Belum lagi tanaman hias gantung dan tanaman buah. Dari sekian banyak jenis tanaman hias yang ia jual, tanaman caladium dan monstera dikategorikan memiliki nilai ekonomis paling tinggi.

Tanaman hias yang ia jual ditempatkan di area lahan milik Perhutani yang ada di tepi jalan, di lereng kaki Gunung Klotok. Usaha budidaya tanaman hias yang dilakoni pemuda berusia 29 tahun lulusan SMK Jurusan Arsitektur ini sudah berjalan hampir 1 tahun. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.