Seniman Berbagai Daerah Ramaikan HANCOK 3

Yovie Wicaksono - 28 September 2019
Seorang pengunjung sedang melihat karya fotografi dalam acara HANCOK 3, Jumat (27/9/2019). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Seniman dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jakarta ramaikan Hari Senin Cokro (HANCOK) 3 dengan tema Gugur Gunung yang digelar sejak Jumat (27/9/2019) hingga Minggu (29/9/2019).

“Kali ini kami mendatangkan seniman musik, sastra, tari, monolog, seni tradisional ludruk dan teatrikal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, hingga Jakarta. Secara khusus kami juga mengundang Anto Baret, budayawan sahabat karib W.S Rendra,” ujar Ketua HANCOK 3, Faisal Fadlia pada Jumat (27/9/2019).

Selain aksi panggung, HANCOK 3 juga membuka Pasar Malam yang diisi beragam pelapak independen yang menjual barang-barang hasil kreatifitasnya sendiri, serta menghadirkan pameran fotografi bekerjasama dengan Komunitas Matanesia.

“Selama tiga hari tersebut kami melibatkan 18 performer, 10 pelapak, dan 19 karya foto dari Komunitas Matanesia,” imbuhnya.

Faisal menambahkan, pada hari kedua, Sabtu (28/9/2019) akan digelar lomba mewarnai untuk kelas PAUD sejak pukul 09.00-12.00, kemudian di hari terakhir akan ada workshop batik tulis yang juga terbuka untuk umum pada 11.00-14.00 WIB.

“Jadi selain acara malam yang menghadirkan penampilan dari para seniman yang digelar mulai pukul 19.00-23.00 WIB, HANCOK 3 juga menggelar acara di pagi atau siang harinya pada dua hari tersebut,” ujarnya.

Sekedar informasi, acara ini digagas oleh para pemuda yang berkegiatan di Warung Mbah Cokro, Surabaya, dari sana kemudian lahirlah sebuah kegiatan seni rutin yang dinamai Hari Senin Cokro (HANCOK) pada Desember 2017.

“Kata HANCOK bukanlah kata yang asing bagi masyarakat Surabaya dan Jawa Timur. Diksi ini bisa menjadi sapaan akrab, hingga semangat dalam melakukan sesuatu hal seperti perubahan dan perlawanan,” kata Faisal.

Gugur Gunung sendiri dipilih menjadi tema HANCOK 3 sebagai ungkapan keyakinan akan kekuatan gotong royong, guyub rukun, dan mandiri sebagai metode berkegiatan.

Faisal menambahkan, hal tersebut tergambar dalam proses HANCOK 3 yang berjalan secara independen, dimana semua kebutuhan pelaksanaan diperoleh dari berbagai upaya yang didasari prinsip kemandirian yang dilakukan secara gotong royong dan guyub rukun.

“Kami berharap, Hari Seni Cokro dapat menjadi ikon kesenian yang konsisten dalam mewujudkan semangat gotong royong, guyub rukun, dan berdikari dalam mengisi ruang-ruang kebudayaan,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.