Kasus DBD Tinggi di Jatim, Renny Pramana Ajak Masyarakat Berantas Sarang Nyamuk

Yovie Wicaksono - 31 January 2022
Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Wara Sundari dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat - Reses 2022 di balai Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Minggu (30/1/2022). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana mengajak warga Kabupaten Kediri untuk turut serta berperan aktif, membantu tugas kader Jumantik yang ada di pelosok desa dalam pemberantasan sarang nyamuk.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat – Reses 2022 di balai Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Minggu (30/1/2022).

“Ambil peran di masing-masing desa, kalau bisa masuk ke Jumantik. Saat ini pada bulan musim penghujan, kader Jumantik sedang aktif bekerja karena seluruh petugas dari Dinas Kesehatan turun bersama kader Jumantik, dalam penanggulangan demam berdarah agar tidak menjadi wabah di desa,” ujar legislator yang membidangi kesejahteraan rakyat, kesehatan dan pendidikan tersebut. 

Ketika para kader Jumantik mendatangi rumah warga, Renny Pramana menyarankan agar para kader turut serta  mendampingi, sekaligus membantu mengedukasi masyarakat, tentang pencegahan penyakit demam berdarah. 

“Mengapa di awal saya menyampaikan Jumantik, karena sangat diperlukan di desa. Petugas Jumantik ini kan door to door juga, ini kan bisa dilakukan sambil menyapa warga, jangan malu banggalah karena saya salah satu kader PDI Perjuangan yang bisa menjadi petugas Jumantik, bisa jadi RT, RW dan petugas PKH,” katanya.

Kekhawatiran yang dirasakan oleh Ketua Komisi E terhadap penyebaran penyakit demam berdarah pada awal tahun ini cukup beralasan. Mengingat saat ini data yang masuk dari Dinas Kesehatan Jawa Timur hingga periode 27 Januari 2022, penderita DBD telah mencapai 1.220 orang. Sedangkan jumlah kematian sebanyak 21 orang dengan didominasi usia 5-14 tahun. 

Beberapa daerah kabupaten yang kasus DBDnya tinggi antara lain, Bojonegoro sebanyak 112 orang. Nganjuk 82 orang. Kabupaten Malang 73 orang, Ponorogo 64 orang, Tuban 61 orang. Kemudian, jumlah kematian DBD tertinggi adalah Pamekasan sebanyak 3 orang. Bojonegoro 2 orang serta Nganjuk 2 orang. 

Angka ini meningkat bila dibandingkan tahun 2021 yang pada bulan Januari 2021 penderita DBD di Jatim tercatat sebanyak 668 orang dengan jumlah kematian 5 orang. (rh/red)

 

Foto : Ketua Komisi E DPRD  Provinsi Jatim Renny Pramana  Ajak Kader bantu petugas Jumantik perangi DBD

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.