Jelang Pilkada 2020, KPU Mulai Terapkan Protokol Kesehatan

Yovie Wicaksono - 26 July 2020
Ilustrasi Pilkada 2020. Foto : (Istimewa)

SR, Kediri – Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala  Daerah (Pilkada) serentak pada Desember 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menyelesaikan regulasi tentang tata cara pemilihan yang sesuai dengan protokol kesehatan di masa pandemi. 

Penerapan protokol kesehatan ini sudah mulai  dilaksanakan sejak memasuki tahapan pencocokan penelitian (coklit). Dimana setiap petugas yang datang ke rumah warga untuk melakukan pencocokan dibekali dengan alat pelindung diri (ADP).

“Kita ingin pemilihan ini berjalan dengan aman, nyaman. Sehat buat penyelenggara, buat konstituen, serta buat masyarakat semuanya. Maka segera protokol kesehatan kita terapkan. Mulai dari coklit kemarin. Petugas yang datang kita bekali dengan APD lengkap, mulai masker, sarung tangan, face shield dan juga hand sanitizer,” ujar Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Jawa Timur, Insan Qoriawan dalam kunjungannya di Kota Kediri.

Ia menambahkan, sampai sekarang ini KPU RI juga masih menyusun Peraturan KPU tentang teknis  pemungutan suara. Dimana setiap pemilih yang datang ke TPS akan dilakukan pengecekan suhu badan sebelum melakukan pencoblosan di bilik suara.

Tidak hanya itu, KPU juga memastikan jika petugas  yang ada di TPS nantinya dipastikan kesehatan dengan mewajibkan mereka untuk mengikuti rapid test terlebih dahulu sebelum nantinya bertugas dilapangan. Kemudian setiap pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara diharuskan memakai masker. Jika tidak memakai masker, petugas akan memberinya masker secara gratis.

Untuk menghindari bersentuhan secara langsung, selesai menggunakan hak pilihnya, pemilih tidak lagi dicelupkan jarinya ke dalam tinta, melainkan hanya diteteskan saja.  

Sementara bagi warga yang dinyatakan reaktif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi baik di rumah sakit maupun dirumah, tetap masih bisa menggunakan hak pilihnya. Petugas dari TPS terdekat akan mendatangi bersangkutan. 

“Katakanlah jika ada pasien, pasien punya hak pilih tetapi dia tidak boleh keluar dari RS, akan didatangi petugas TPS terdekat. Termasuk bagi mereka yang menjalani isolasi di rumah.  Itu bagian melayani pemilih untuk menggunakan hak konstitusionalnya,” paparnya.

KPU Provinsi Jawa Timur berharap pelaksanaan Pilkada nantinya dapat berjalan lancar. Menurutnya situasi pandemi yang  terjadi sekarang merupakan tantangan bagi KPU selaku penyelenggara Pemilu untuk bisa meningkatkan partisipasi jumlah pemilih. 

“Ini tantangan buat KPU, buat penyelenggara. Bagaimana melaksanakan pemilihan ditengah pandemi Covid-19. Mau tidak mau harus berupaya semaksimal mungkin agar partisipasi masyarakat tinggi. Kami juga berupaya pastikan bahwa pelaksanaan ini bukan menjadi bagian dari mata rantai penyebaran covid,” pungkasnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.