Antrean Solar Bersubsidi di Pasuruan Capai 1 Kilometer

Rudy Hartono - 26 June 2026
Jalan macet terlihat di jalan raya Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dampak dari antrian panjang kendaraan besar yang berburu solar subsidi, Jumat (26/6/2026). (net)

SR, Pasuruan – Antrean kendaraan berat untuk membeli Bio Solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, semakin panjang dalam tiga hari terakhir.

Truk dan bus bahkan mengular hingga sekitar satu kilometer, menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Pantauan di lapangan Jumat (26/6/2026), antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di jalur Pantai Utara (Pantura), di antaranya SPBU Beji, Raci, Pandelegan Raci, Karangketug, dan Nguling.

Kemacetan juga terjadi di Jalan Raya Winongan, Kabupaten Pasuruan. Jalan penghubung antardesa yang biasanya lengang dipenuhi antrean truk yang menunggu giliran mengisi Bio Solar bersubsidi. “Ya, Pak, macet. Mulai pagi tadi. Karena jalan dari arah barat banyak yang antre,” kata Syamsudin, pengendara sepeda motor asal Winongan.

Akibat antrean tersebut, sebagian pengendara sepeda motor terpaksa melintas melalui bahu jalan yang belum beraspal untuk menghindari kemacetan.

Sopir Truk Pilih Antre Demi Dapat Solar

Di jalur Pantura, antrean kendaraan berat tampak memenuhi lajur lambat. Truk tronton, trailer, dump truk, hingga bus menunggu giliran mengisi BBM. Salah seorang sopir truk, Wawan, mengaku rela mengantre hampir satu jam di SPBU Pandelegan Raci.

Ia sebenarnya berencana mengisi Solar di wilayah Kabupaten Sidoarjo, namun membatalkannya setelah melihat antrean serupa. “Sebenarnya mau isi Solar di Kabupaten Sidoarjo, tapi juga antre. Saya memilih di sini, antisipasi kehabisan,” ujarnya.

Menurut Wawan, antrean panjang untuk mendapatkan Bio Solar sudah terjadi selama tiga hari terakhir. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah agar distribusi Solar kembali normal sehingga aktivitas angkutan barang tidak terganggu. “Moga pemerintah, Pak Presiden tahu kondisi ketersediaan BBM Solar yang saat ini sulit didapat,” katanya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi memastikan tidak ada pengurangan distribusi Solar maupun Pertalite di Kabupaten Bangkalan. “Tidak ada pengurangan stok, nanti kita akan cek ke lapangan,” kata Ahad. (*/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.