Jelang Nataru, Bulog Sub Divre V Kediri Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Aman 

Yovie Wicaksono - 15 December 2019
Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre V Kediri memastikan ketersediaan beras jelang Natal dan Tahun Baru 2020. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre V Kediri memastikan ketersediaan beras jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk wilayah Nganjuk – Kediri masih relatif aman hingga tahun 2020 mendatang. Hal tersebut disampaikan Kepala Bulog Sub Divre V Kediri, Mara Kamin Siregar, Minggu (15/12/2019).

Ia mengatakan, selain ketersediaan stok beras aman, harga beras dipasaran jelang Natal dan Tahun baru saat ini  masih relatif stabil tidak ada kenaikan. Lebih lanjut, ia mengatakan stok beras yang tersimpan di dalam gudang sekarang ini berkisar 84 ribu ton.

“Beras cukup aman ya, Insya Allah stok kota sampai 2020 tidak ada kendala.  Harga dipasaran juga cukup relatif aman dan stabil. Untuk beras saya kira tidak ada masalah. Kurang lebih stok beras yang ada di kita kurang lebih 84 ribu ton,” ujarnya.

Tidak hanya beras, untuk ketersediaan gula pasir juga dirasa masih mencukupi. Guna mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Bulog Sub Divre V Kediri siap berkoordinasi dengan Disperindag untuk menggelar operasi pasar setiap harinya hingga Natal dan Tahun baru.

Komoditas kebutuhan pokok yang dijual oleh Bulog Sub Divre V  Kediri setiap harinya bukan hanya beras, tapi juga minyak goreng, tepung terigu, telur dan bawang merah sekalipun jika  memang nanti diperlukan terkait harganya yang mulai merangkak naik saat ini dipasaran.

“Kalau operasi pasar dari Bulog sendiri setiap hari, Sabtu Minggu pun kita lakukan. Lokasinya selain pasar Setono Betek juga di sekitaran Sekartaji Kota Kediri dan Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Semua penjualan komoditas kebutuhan pokok, yang dijual oleh Bulog harganya lebih murah jika dibandingkan pedagang di pasaran.

Hingga di penghujung akhir tahun sekarang ini, Bulog Sub Divre V Kediri masih terus melakukan serapan beras ke petani. Target serapan yang dicapai saat ini kurang lebih sudah berlangsung 50 persen. Salah satu faktor yang menjadi penyebab kurangnya capaian serapan, karena terkendala pangsa pasar dan potensi kerusakan.

“Kendalanya, kita stok yang ada saat ini dan pasarnya ya. Kita nanti potensi kerusakan juga akan tumbuh kalau pasarnya tidak ada. Kita tunggu nanti kebijakan pemerintah,” pungkasnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.