Jelang Idul Adha, Sidak Hewan Kurban Berpenyakit

Yovie Wicaksono - 6 August 2019
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian  Kota Kediri, Jawa Timur, mendatangi 16 titik lapak pedagang hewan kurban, pada Selasa (06/8/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sebagai antisipasi peredaran hewan kurban berpenyakit, menjelang Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019 mendatang, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian  Kota Kediri, Jawa Timur, mendatangi 16 titik lapak pedagang hewan kurban, pada Selasa (6/8/2019).

Sasaran sidak pertama kali difokuskan pada pedagang hewan kurban jenis kambing dan sapi yang berada di wilayah Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.

Dalam sidak tersebut, tim langsung melakukan pemeriksaan yang meliputi performance, kesehatannya antara lain mulut, gigi, alat kelamin, mata, hidung dan perut.

Dari sidak pertama yang dilakukan di lapak  pedagang hewan kurban milik Mukson di Jalan Penanggungan, tim  tidak menemukan kambing yang terserang penyakit.

Selepas dari sana, petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan bergeser ke pedagang hewan kurban jenis sapi di Kelurahan Campurejo dan menemukan dua ekor sapi yang tidak memenuhi kriteria untuk disembelih sebagai hewan kurban karena dinyatakan belum poel (belum cukup umur yang ditandai belum patahnya gigi).

Setelah dicek dan ditanyakan langsung kepada pemiliknya, diketahui ternyata dua ekor sapi yang dimaksud memang tidak untuk dijual kepada konsumen.

“Hari ini kita melihat banyak sapi yang kondisinya sudah normal, sepertinya tidak ditemukan penyakit. Kemudian tadi saya lihat dua kalau nggak salah, itu belum poel dan memang kelihatan tidak dijual sebagai hewan kurban tetapi untuk latihan biasanya di sekolah,” ujar dokter hewan (drh) Pujiono selaku Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (keswan Kesmavet) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian  Kota Kediri.

Disamping itu, masih  ditempat yang sama juga ditemukan  satu ekor sapi yang mengalami luka dibagian kulit luar  mata. Namun hal ini, kata dokter hewan Pujiono hanya tergolong luka kulit biasa, dan bisa diobati bukan termasuk penyakit mata. “Nggak papa bukan termasuk penyakit mata. Tadi hanya dikulitnya itu bisa diobati, biasanya diolesi,” imbuhnya.

Setelah pemeriksaan selesai, tim dari  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri mengeluarkan surat rekomendasi yang ditempelkan di lapak pedagang hewan kurban bertuliskan, “Hewan-hewan ini telah diperiksa dan layak untuk dijual sebagai hewan Kurban”.

Dalam kesempatan ini, drh. Pujiono juga memberikan imbauan kepada konsumen agar lebih teliti dalam membeli hewan kurban. Menurutnya yang perlu diperhatikan dalam membeli hewan kurban adalah kriteria umur, bentuk fisik postur termasuk kesehatannya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.