Walikota Eri Masih Temukan Jukir tanpa Tanda Pengenal

Rudy Hartono - 9 March 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela kegiatan cipta kondisi bertajuk Asuhan Rembulan bersama jajaran TNI dan Polri dengan meninjau fasilitas parkir di sejumlah titik kota, Sabtu, 7 Maret 2026 malam. (sumber: rri)

SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin kegiatan cipta kondisi bertajuk Asuhan Rembulan bersama jajaran TNI dan Polri dengan meninjau fasilitas parkir di sejumlah titik kota, Sabtu (7/3/2026) malam. Dalam kegiatan tersebut, Eri bersama jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota Surabaya menyisir area parkir di sekitar Taman Bungkul dan Taman Apsari.

Saat melakukan pengecekan di kawasan Taman Bungkul, ia menemukan juru parkir yang tidak mengenakan tanda pengenal saat bertugas. Ia pun meminta seluruh juru parkir resmi untuk selalu menggunakan atribut lengkap agar mudah dikenali masyarakat.

“Agar orang tahu kalau itu jukir resmi. Kalau tidak memakai tanda pengenal, nanti dikira tidak resmi dan bisa menimbulkan masalah ketika menarik tarif parkir,” ujarnya.

Selain mengecek atribut juru parkir, Eri juga meninjau penerapan sistem pembayaran parkir non tunai yang tengah diterapkan Pemerintah Kota Surabaya. Di lokasi tersebut, ia menemukan belum adanya plakat atau informasi yang menunjukkan fasilitas pembayaran parkir non tunai.

Karena itu, ia meminta Dinas Perhubungan Kota Surabaya segera memasang tanda informasi di setiap titik parkir. Menurutnya, pemasangan plakat diperlukan agar masyarakat mengetahui bahwa pembayaran parkir dapat dilakukan secara digital.

Ia menegaskan, penerapan sistem parkir non tunai bertujuan untuk mencegah praktik penarikan tarif parkir di luar ketentuan. “Jangan sampai ada warga yang diminta bayar parkir Rp10 ribu atau ditarik tarif di luar ketentuan,” ucapnya tegas.

Setelah meninjau Taman Bungkul, rombongan bergerak ke kawasan Taman Apsari untuk melakukan pengecekan serupa terhadap fasilitas parkir dan kelengkapan juru parkir. Eri menyebutkan, dari hasil evaluasi di lapangan masih banyak warga yang belum terbiasa menggunakan sistem pembayaran parkir non tunai.

Sebagian masyarakat, katanya, masih memilih menggunakan pembayaran tunai karena belum mengetahui atau belum terbiasa menggunakan pembayaran digital seperti e-wallet maupun QRIS. Karena itu, Pemkot Surabaya akan memperkuat sosialisasi serta menyediakan kartu pembayaran elektronik agar masyarakat lebih mudah menggunakan sistem tersebut.

Ia juga menegaskan pengawasan terhadap juru parkir akan diperketat. Jika ditemukan juru parkir yang tidak menggunakan atribut resmi, pemerintah bersama aparat akan menindak melalui mekanisme tindak pidana ringan (tipiring). (*/rri/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.