Ini Cara ASN di Surabaya Berkontribusi Atasi Covid-19

Yovie Wicaksono - 6 August 2021
Ilustrasi obat Covid-19. (Pixabay)

SR,Surabaya – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya diminta untuk berkontribusi mengurangi beban masyarakat akibat pandemi Covid-19. Ajakan ini, disampaikan melalui masing-masing Kepala Perangkat Daerah (PD), baik secara lisan dan tertulis.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, penggalangan dana oleh ASN itu telah dilakukan secara rutin setiap bulannya.

“Jujur saja, ASN kan tidak terdampak langsung, gajinya kan dari APBN dan APBD. Semoga ini menjadi contoh agar masyarakat yang sekiranya memiliki kelebihan rezeki untuk bisa berbagi,”ujarnya, Jumat (6/8/2021).

Dijelaskan bantuan yang dikumpulkan oleh perangkat daaerah berbeda antara satu dengan lainnya. Ada yang langsung memberi bantuan berupa sembako, ada juga yang berupa donasi.

Donasi yang terkumpul langsung digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan telur di toko kelontong binaan Pemkot Surabaya melalui aplikasi E-Peken. Kemudian disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan melalui Surabaya Peduli Bencana.

Melalui skema ini, Pemkot Surabaya juga berupaya untuk menggerakkan roda perekonomian di Surabaya.

“Belinya dari toko kelontong, kan mereka mengalami penurunan penjualan, lalu sembakonya kita serahkan ke masyarakat yang membutuhkan. Uangnya dari mana? Dari gaji ASN yang dibayarkan melalui APBN dan APBD. Kan ini berputar jadinya,” tandasnya.

Penggalangan dana oleh ASN itu bersifat tidak memaksa. Namun, ia mengajak ASN Kota Surabaya untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Ini kita lakukan intinya untuk menumbuhkan empati,” pungkasnya.

Sekadar informasi, berdasarkan data di laman  surabaya.go.id  per 5 Agustus 2021, jumlah warga Surabaya yang terpapar Covid-19 mencapai 56.564 orang, dengan tingkat kesembuhan 48.709 orang.

Selain itu, disebutkan juga ada  9.520 Rukun Tetangga (RT) masuk zona hijau, 439 RT berkategori zona kuning dan 135 RT masuk dalam zona merah. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.