Pekerja Migran Indonesia Asal Karawang Berhasil Dipulangkan

Yovie Wicaksono - 28 June 2019
Penjemputan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karawang, Jawa Barat, Dedeh (keempat dari kiri). Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Setelah 2 bulan berada di shelter Migrant CARE Malaysia, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karawang, Jawa Barat, Dedeh (38) berhasil dipulangkan ke Karawang pada Kamis (27/6/2019).

Dalam penjemputannya dari Bandara Soekarno Hatta, pihak Migrant CARE Jakarta berkoordinasi dengan BNP2TKI.

Kemudian sesampainya di Karawang difasilitasi oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) untuk serah terima kedatangan Dedeh kepada keluarganya.

Koordinator Bantuan Hukum Migrant CARE Nurharsono mengatakan, pada 17 April 2019, Migrant CARE Kuala Lumpur telah melakukan upaya evakuasi dengan memesankan transportasi online untuk sampai di shelter Migrant CARE Malaysia.

“Migrant CARE Jakarta juga melakukan upaya agar Dedeh segera dipulangkan dan terpenuhi hak-haknya dengan melapor ke Kementerian Ketenagakerjaan,” ujarnya melalui siaran resmi yang diterima Super Radio, Jumat (28/6/2019).

Dalam upaya pemulangan dan pemenuhan hak-hak Dedeh, Migrant CARE Malaysia juga berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur.

“Bahkan selain mengupayakan hak-hak Pekerja Migran Indonesia, Migrant CARE juga memberikan konseling agar korban berdaya dan berani untuk menuntut hak-haknya,” imbuhnya.

Sesuai dengan tuntutan dan kesepakatan Dedeh dengan PT Prima Duta Persada, beberapa hak-hak Dedeh telah terpenuhi diantaranya gaji kerja 3 bulan 10 hari sesuai perjanjian (lisan), tiket pesawat Malaysia – Jakarta, biaya denda imigrasi, transport lokal Malaysia, transport lokal Indonesia, konsumsi perjalanan, pengembalian beberapa barang yang dirampas dan fasilitasi kesehatan ulang.

Namun beberapa haknya belum terpenuhi dan tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan proses hukum.

“Migrant CARE mendorong Pemerintah Daerah Karawang untuk memberikan perlindungan setelah bekerja, seperti rehabilitasi sosial, reintegrasi sosial dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya,” tandas Nurharsono.

Sebelumnya, Dedeh berangkat dari Indonesia untuk bekerja di Malaysia pada 16 Maret 2019. Ia dijanjikan oleh calo bernama Lilis untuk bekerja di salon Malaysia dengan gaji RM 1000.00, akan diajak jalan-jalan oleh pengguna jasanya, bekerja dengan waktu yang bebas dan ada hari libur.

Ia kemudian didampingi Lilis ke penampungan PT Prima Duta Persada di daerah Gunung Putri, Bogor. Dedeh bertemu beberapa orang (Yuli, Sri, Syamsul, Entus) untuk melakukan proses pemberangkatan ke Malaysia.

Selama di penampungan, ia melakukan proses pembuatan paspor di Cirebon pada malam hari tanggal 10 Maret 2019. Kemudian saat medical check up di Indonesia unfit, Dedeh hanya diberikan Rp 1.500.000

Dedeh diproses secara unprosedural, tidak mendapatkan pelatihan, tidak ada uji kompetensi, tidak ada jaminan sosial, tidak tandatangan perjanjian penempatan dan perjanjian kerja.

Dedeh diberangkatkan ke Malaysia bersama 4 pekerja migran perempuan yang lainnya dari Batam dengan tujuan Pelabuhan Puteri Harbour Johor Bahru. Saat melewati imigrasi, Dedeh hanya proses sidik jari saja dan tidak ditanya apapun oleh petugas sedangkan salah satu mereka gagal untuk masuk. Kemudian, paspor Dedeh dan lainnya dirampas oleh pemandu taksi yang menunggu dan menjemput mereka untuk dibawa ke Agen Jun yang beralamat di Setia Alam Selangor.

Selama di penampungan Agen Jun, Dedeh seringkali mendapatkan kekerasan secara verbal maupun non verbal, bahkan beberapa barang miliknya dirampas.

Setelah 2 hari ditampung dan dipekerjakan oleh Agen Jun, Dedeh diantar ke rumah Agen Susi. Disana ia dipekerjakan sejak pagi hingga pukul 23.00 malam dengan jenis pekerjaan yang tidak sesuai perjanjian. Padahal saat di Indonesia, ia dijanjikan oleh Calo Lilis untuk bekerja di Salon.

Kekerasan secara verbal maupun non verbal kembali didapatkan di Agen Jun, hingga pada 18 Maret 2019, Dedeh diantar kembali ke Agen Jun.

Karena merasa pekerjaannya tidak sesuai dengan perjanjian, ditipu dan dirugikan maka ia pun kabur dan meminta perlindungan orang sekitar. Ia diselamatkan oleh orang Indonesia dan kemudian menghubungi keluarga. Ia mendapatkan bantuan dari jaringan Migrant CARE di Karawang dan diarahkan untuk menghubungi Migrant CARE. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.