BPBD Jatim Kembali Bentuk Desa Siaga Bencana di 38 Daerah

Rudy Hartono - 13 May 2026
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara saat menyerahkan bibit pohon secara simbolis pembentukan Desa Tangguh Bencana. (sumber: rri) 

SR, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kembali membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di 38 kabupaten/kota pada 2026. Program ini diawali di wilayah Mataraman untuk meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi potensi bencana.

Pembentukan Destana dimulai di Kabupaten Tulungagung, Magetan, Trenggalek, hingga Kabupaten dan Kota Madiun. Di Tulungagung, kegiatan berlangsung di Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan dan di Magetan digelar di Desa Jabung Kecamatan Panekan.

Kegiatan pembukaan Destana di dua daerah tersebut dilaksanakan pada awal Mei lalu. Hadir dalam kegiatan itu Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara serta Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno.

Fasilitator Destana dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim juga mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu, hadir pula Forkopimcam setempat dan kepala desa di masing-masing wilayah pelaksanaan.

Sekretaris BPBD Tulungagung M. Fairuza Al Hida dan Plh Kalaksa BPBD Magetan Suparman turut menghadiri pembukaan Destana. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap ancaman bencana.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara, Selasa (12/5/2026) mengatakan Destana merupakan langkah konkret pemerintah meningkatkan ketangguhan masyarakat. Menurutnya, program ini diharapkan mampu membangun masyarakat yang siap siaga, tanggap, dan tangguh menghadapi ancaman bencana.

“Sebagaimana arahan Ibu Gubernur melalui Bapak Kalaksa BPBD Jatim, kesiapsiagaan adalah prioritas utama di setiap lapisan masyarakat. Destana ini merupakan salah satu bentuk langkah konkret dari pemerintah kepada masyarakat untuk membangun masyarakat yang siap siaga, tanggap, dan tangguh terhadap setiap ancaman bencana,” ujar Kiki.

Menurut Deni, pembentukan Destana diharapkan membuat masyarakat mampu mengenali potensi ancaman bencana. Warga juga diharapkan siap menghadapi kondisi darurat dan mampu memulihkan diri pascabencana.

Pada Selasa 12 Mei 2026, kegiatan Destana berlanjut di Desa Genaharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. BPBD Jatim juga memberikan bantuan 100 bibit pohon produktif serta pelatihan mitigasi bencana kepada peserta Destana. (*/red)

 

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.