Ide Mahasiswa Unair Tentang Kapal Kontainer Berpendingin

Yovie Wicaksono - 9 August 2019
Logo Unair

SR, Surabaya – Belindha Ayu Ardhani mahasiswa prodi Statistika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) menjadi juara IV dalam ajang Malaysia Speaking Mind Competition yang diselenggarakan pada Sabtu (3/8/19) di Universiti Teknologi Mara (UiTM) Negeri Sembilan, Malaysia.

Bersama dengan 3 mahasiswa lainnya, Belindha membuat gagasan PHORE (Photovoltaic-based Refrigerated Container Ship). Yakni, inovasi kapal kontainer berpendingin berbasis fotovoltaik dengan cooling box yang sumber energinya juga disuplay dari fotovoltaik.

Gagasan tersebut diambil dari permasalahan mahalnya kebutuhan di daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal). Setelah dilakukan studi literasi dari berbagai sumber, salah satu penyebabnya adalah alat transportasi yang kurang memadai. Terutama untuk transportasi laut yang umumnya digunakan untuk distribusi logistik antarpulau.

”Jadi, inovasi ini ditujukan untuk mendukung distribusi logistik ke daerah-daerah terpencil,” ujarnya melalui siaran resmi yang diterima Super Radio, pada Jumat (9/8/2019).

Belindha menerangkan persiapan yang dilakukan, antara lain, banyak berlatih dan banyak konsultasi dengan dosen. Selain itu, mempelajari secara detail aturan dan penilaian lomba serta meminta saran dari banyak pihak.

”Sebelum hari-H, melakukan banyak latihan baik dari hal perbaikan konten, tata Bahasa, maupun dalam hal penyampaian speech,” ungkapnya.

Beberapa kendala turut ditemui Belindha dalam menyelesaikan gagasannya. Misalnya, banyaknya jurnal literatur yang dibutuhkan dan memahami materi gagasannya. Selain itu, kendala utama yang dihadapinya adalah perbedaan bidang yang ia gagas dengan bidang yang ia tekuni.

”Saya itu prodi (program studi, Red) statistika terus bahasnya tentang fisika. Jadi, butuh usaha keras banget dalam mahamin komponen kapal,” ujar mahasiswa angkatan 2017 tersebut.

Belindha berharap melalui kompetisi itu dapat semakin mengasah daya kritis dan inovasi. Selain itu, dapat mendorong dan menginspirasi teman-teman untuk berkiprah lebih baik, baik tingkat nasional maupun tingkat internasional.

”Serta sebagai sumbangan untuk Unair menuju World Class University (WCU),” tambahnya.

Sekedar informasi, Malaysia Speaking Mind Competition merupakan kompetisi menyampaikan ide kreatif dalam waktu tiga menit berdasarkan riset mahasiswa yang diadakan se-ASEAN.

Poin penilaiannya tidak hanya pada konten yang ditawarkan saja, namun juga cara penyampaian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

Tercatat ada 42 peserta yang mengikuti kompetisi bergengsi tersebut. Di antaranya ialah mahasiswa asal UiTM Negeri Sembilan Kampus Kuala Pilah, UiTM Negeri Sembilan Kampus Rembau, UiTM Kedah Kampus sungai Petani, Taylor’s College, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), dan Universitas Airlangga yang diwakili oleh 4 mahasiswa asal FST. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.