Ibu dan Nenek Meninggal, Bocah 8 Tahun Selamat dari Longsor Nganjuk

Yovie Wicaksono - 22 February 2021
Khabib Imam Mutakin saat bersama dengan pamannya. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Di usianya yang baru menginjak 8 tahun, Khabib Imam Mutakin harus kehilangan ibunya, Sri Utami (34) serta neneknya, Khasanah (43) yang meninggal dunia dalam peristiwa bencana longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Minggu (14/2/2021) lalu.

Tidak hanya kehilangan ibu dan neneknya, Khabib juga kehilangan calon adiknya, dimana sang ibu ketika meninggal dalam kondisi mengandung.

Diceritakan Nurul Kholifah, adik kandung dari almarhumah Sri Utami, saat kejadian, dirinya bersama suami sedang tidak berada dirumah. Ketika itu ia sedang bekerja di Kecamatan Berbek, Nganjuk.

“Saat itu saya baru pulang ke  rumah terlambat jam 19.00 WIB. Kejadian longsor sekitar pukul 18.00 WIB. Ketika  terjadi peristiwa longsor, di rumah ada kakak saya (Sri Utami) dan Ibu (korban Khasanah), serta bapak, Khabib dan anak saya sendiri. Sebelum longsor, mereka semua sedang berada di rumah tamu,” ujar Nurul Kholifah.

Ia mengatakan jika dalam insiden tersebut anak, keponakan serta ayahnya selamat. “Keponakan saya Khabib Imam Mutakin, matanya sempat memar akibat terkena reruntuhan,” ujarnya.

Pasca kejadian longsor pada Minggu (14/2/2021), keesokan harinya jasad Sri Utami dan ibunya ditemukan. “Sudah ketemu pas hari pertama langsung  kita makamkan,” kata Nurul Kholifah.

Pihak keluarga kemudian meneruskan kabar duka ini kepada suami dari Sri Utami, Mujiono yang notabene ayah dari Khabib Imam Mutakin. Begitu mendengar kabar duka, Mujiono langsung persiapan pulang kampung naik pesawat.

Nurul Kholifah mengakui jika sekitar 4 tahun lalu warga yang tinggal di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, sebenarnya sudah diingatkan oleh pemerintah daerah setempat terkait bahaya longsor dan diminta untuk pindah.

“Saya nggak mau pindah, karena pertimbanganya saat itu masih aman,” tambahnya.

Sekedar informasi, dalam peristiwa bencana longsor yang terjadi, terdata 21 orang korban. 19 diantaranya meninggal dunia sedangkan 2 lainnya selamat. Sementara rumah yang rusak diperkirakan 10 unit. Para pengungsi nantinya  masih akan ditempatkan di sekitar wilayah Kecamatan Ngetos, area lahan milik Perhutani. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.