Masinis KA Rem Mendadak Gagalkan Wanita Bunuh Diri Berbaring di Rel Nganjuk  

Rudy Hartono - 10 April 2026
Petugas membawa perempuan (berkerudung) yang hendak bunuh diri di jalur kereta api, petak jalan antara Stasiun Baron dan Stasiun Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (9/4/2026). (sumber: antara)

SR, Nganjuk  – Petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, menyelamatkan seorang warga yang diduga hendak melakukan bunuh diri di jalur kereta api pada petak antara Stasiun Baron dan Stasiun Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Kamis (9/4/2026).

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kejadian tersebut terdeteksi sekitar pukul 14.00 WIB setelah masinis KA 170B (Malioboro Ekspres) relasi Purwokerto-Malang melaporkan adanya seseorang dalam posisi terbaring di tengah rel.

“Setelah menerima laporan dari masinis, petugas segera mengambil langkah cepat dengan menghentikan laju kereta untuk menghindari hal yang tidak diinginkan serta berkoordinasi dengan petugas pengamanan,” kata Tohari dalam keterangan yang diterima di Nganjuk.

Ia menjelaskan KA Malioboro Ekspres sempat berhenti luar biasa (BLB) di KM 97+900 pada pukul 14.03 WIB untuk mengantisipasi pergerakan orang tersebut ke arah kereta.

Setelah situasi dinyatakan aman, perjalanan kereta kembali dilanjutkan pada pukul 14.12 WIB.

Petugas pengamanan Stasiun Kertosono selanjutnya berhasil mengamankan perempuan tersebut dan menyerahkannya kepada petugas Polsek Kertosono untuk penanganan lebih lanjut.

Saat ini, yang bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Akibat kejadian tersebut, terdapat dua perjalanan kereta api yang mengalami keterlambatan dengan total sekitar 18 menit, yakni KA 170B (Malioboro Ekspres) terlambat 13 menit saat tiba di Kertosono pada pukul 14.17 WIB dan KA 82B (Sancaka) terlambat 5 menit saat melintas di Baron pada pukul 14.18 WIB.

Tohari menegaskan KAI mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan jiwa manusia.

“Tindakan cepat masinis dan petugas di lapangan menjadi kunci dalam mencegah terjadinya insiden yang lebih fatal,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api karena membahayakan keselamatan serta dapat mengganggu operasional perjalanan kereta.

“Jalur kereta api merupakan area terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api. Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas jika mengetahui adanya potensi gangguan di jalur KA,” kata Tohari. (*/ant/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.