Hasil Persidangan Pelaku Tabrakan yang Menewaskan WNI di Louisiana Dua Tahun Lalu

Yovie Wicaksono - 16 January 2020
Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Ni Kadek Ayu Ratih Sinta di Amerika Serikat akibat sopir mabuk. Sumber: (Istimewa)

SR, Louisiana – Hakim Lauren Lemon menjatuhkan vonis hukuman 3 tahun penjara rumah pada Bria Mason, pelaku tabrakan yang menewaskan warga negara Indonesia (WNI) atas nama Ni Kadek Ayu Ratih Sinta di Louisiana tepat dua tahun yang lalu.

Sidang yang digelar di St. Charles Parish Courthouse, kota Hahnville, negara bagian Louisiana, Amerika Serikat, Selasa (14/1/2020),  ini juga memberikan hukuman 5 tahun masa percobaan dan memakai scram device (alat untuk memonitor kadar alkohol dalam tubuh seseorang) setelah masa tahanan rumah berakhir.

Konsul Jenderal RI Houston, Dr. Nana Yuliana menyatakan, KJRI Houston mencermati sidang perkara pelaku yang menewaskan Ni Kadek Ayu Ratih Sinta. Namun, KJRI Houston tidak bisa melakukan intervensi terhadap putusan pengadilan tersebut, karena hal tersebut merupakan proses yang dilakukan oleh negara berdaulat dan Pemerintah Republik Indonesia menghormati proses hukum yang berlaku. 

“Namun demikian, kami menangkap aspirasi masyarakat dan menyayangkan keputusan sidang tersebut yang dianggap kurang adil. Untuk selanjutnya, KJRI Houston siap mendampingi apabila keluarga korban  meminta pengacaranya untuk melakukan langkah hukum lain untuk melindungi hak-hak keluarga korban terhadap keadilan,” ujarnya, Kamis (16/1/2020).

Sebelumnya, KJRI Houston membantu berkomunikasi antara keluarga korban yang diwakili pengacara Meri dan Dave Ricketts dengan masyarakat Indonesia di Louisiana. Dukungan dari masyarakat Indonesia di Amerika Serikat, khususnya di Louisiana dan sekitarnya, dengan memberikan surat dan petisi kepada hakim dapat menjadi pertimbangan bagi hakim untuk memberikan putusan peradilan. 

Kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Ni Kadek Ayu Ratih Sinta terjadi pada 14 Januari 2018. Seorang perempuan muda WN AS bernama Bria Mason mengendarai mobil sambil mengirimkan sms dan menabrak kendaraan lain sehingga menyebabkan Ni Kadek Ayu Ratih Sinta meninggal dunia dan tiga orang lain mengalami luka-luka.

Sesaat setelah kejadian, KJRI Houston membantu pengurusan jenazah dengan berkomunikasi dengan pihak keluarga dan berbagai pihak yang membantu pengurusan, melegalisasi surat kuasa dari keluarga kepada rekan kerja korban untuk membantu pengurusan di New Orleans, serta menyampaikan rekomendasi rumah duka (funeral home) yang dapat membantu proses pemulangan jenazah. 

Jenazah dipulangkan ke Indonesia pada 22 Januari 2018. Pihak KJRI Houston juga akan membantu untuk melindungi hak-hak keluarga korban untuk mendapatkan keadilan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.