10 WNI Ditangkap di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal

Rudy Hartono - 6 May 2026
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff memberikan keterangan pers, Selasa (5/5/2026). (net)

SR, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membenarkan terkait sepuluh warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap di Arab Saudi karena diduga terlibat promosi dan praktik jual beli haji ilegal.

Maria Assegaff Juru Bicara Kemenhaj menyebut, berdasarkan informasi KJRI Jeddah, dalam satu pekan terakhir terdapat sepuluh WNI ditangkap di Arab Saudi. Mereka diduga dalam praktik jual beli haji ilegal.

Menurut Maria, penindakan serupa juga dilakukan terhadap sejumlah warga negara asing lainnya.

“Pemerintah Indonesia mendukung penuh kebijakan Arab Saudi, La Haj bila Tasrih, atau tidak ada haji tanpa izin resmi. Jika ada WNI yang menghadapi proses hukum, penanganannya sepenuhnya kami serahkan kepada otoritas hukum Arab Saudi. Pemerintah Indonesia tidak akan melakukan intervensi,” tegas Maria dalam laman resmi Kemenhaj, Selasa (5/5/2026).

Maria menambahkan, penindakan tersebut tidak hanya berlaku bagi calon jemaah, tetapi juga pihak yang mengorganisir, memfasilitasi, mempromosikan, atau mengambil keuntungan dari praktik haji ilegal.

Di dalam negeri, Satgas Haji Ilegal yang melibatkan Kemenhaj, Polri, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus melakukan pencegahan di titik pemberangkatan strategis.

“Operasi Satgas Haji Ilegal telah menggagalkan sejumlah keberangkatan yang diduga terkait haji ilegal. Ini bentuk kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari penipuan dan eksploitasi berkedok keberangkatan haji,” kata Maria.

Kemenhaj mengimbau masyarakat tidak tergoda tawaran berhaji tanpa antre melalui jalur ilegal karena berisiko merugikan secara finansial dan dapat berujung pada sanksi pidana, deportasi, hingga larangan masuk Arab Saudi sampai 10 tahun.

“Ibadah haji harus dilaksanakan dengan cara yang sah, aman, tertib, dan sesuai aturan. Jika menemukan indikasi penipuan atau praktik haji ilegal, segera laporkan kepada aparat kepolisian,” ujar Maria.

Maria juga mengapresiasi jemaah, petugas haji, ketua regu, ketua rombongan, dan pembimbing KBIHU yang telah menjaga ketertiban serta mematuhi arahan petugas. (*/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.