Gempa M 4,8 Guncang Jember, BPBD Belum Terima Laporan Kerusakan

Rudy Hartono - 27 May 2026
Monitor pantauan gempa bumi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember.(net)

SR, Jember – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember belum menerima laporan kerusakan akibat gempa magnitudo 4,8 yang mengguncang wilayahnya pada Selasa (26/5/2026) sore.

Diketahui, episenter gempa yang berada di laut 99 kilometer tenggara Jember dengan kedalaman 14 kilometer ini tergolong dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng.

Hasil pemodelan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menunjukkan bahwa gempa Jember tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” kata Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo, Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, BPBD Jember telah meminta para camat untuk melakukan pendataan dan melaporkan terkait dampak gempa tersebut.

“Kami juga meminta kepada para camat untuk segera melaporkan kepada Bupati Jember dengan tembusan Kepala BPBD terkait dampak yang timbul di wilayah masing-masing akibat gempa bumi,” tandasnya.

Edy mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Kami juga mengimbau agar warga menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” ucapnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal tidak mengalami kerusakan pascagempa sebelum kembali ke dalam rumah.

Getaran Gempa Dirasakan hingga Bali Berdasarkan data BMKG, gempa jember ini berdampak dan dirasakan tidak hanya di Jember, melainkan sejumlah daerah lainnya dengan skala intensitas beragam. Berikut daftarnya:

  • Jember dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah),
  • Banyuwangi dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah)
  • Bondowoso, Kuta, Kuta Selatan dan Malang dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu)
  • Denpasar dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu),
  • Blitar dan Trenggalek dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). (*/ant/red)

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.