Dua Bocah Kembar Lolos dari Maut Setelah Bermain di Rumah Tetangga

Yovie Wicaksono - 16 February 2021
Katemi, nenek dari Jopansah dan Jopinsah. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Dua bocah kembar berusia 6 tahun, Jopansah dan Jopinsah lolos dari maut saat bencana longsor terjadi di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu petang (14/2/2021).

Menurut keterangan Katemi, saat longsor terjadi kedua cucunya tersebut sedang bermain di rumah tetangganya. Sementara si ibu bernama Fatin Julaikah sedang berada di rumah membersihkan genangan air akibat banjir.

“Si tole ini bermain di rumah tetangga, sementara ibunya sedang membersihkan lantai akibat kebanjiran,” ujar Katemi di posko tanggap darurat tanah longsor.

Sebelum longsor, Katemi tidak mendengar suara sirine tanda bahaya dikarenakan pada saat bersamaan hujan turun sangat lebat disertai angin kencang.

“Tiba-tiba rumah yang saya tempati terkena reruntuhan tanah,” cerita Katemi yang memilih tinggal terpisah dengan anak dan menantunya Fatin Julaikah.

Katemi lantas berlari menyelamatkan diri berlindung di kamar mandi. Mengetahui nyawanya terancam, Katemi kemudian berteriak minta tolong ke warga.

Beruntung teriakannya terdengar oleh masyarakat setempat, hingga akhirnya ia berhasil dievakuasi dari tanah longsor yang menimbun rumahnya. Meski sempat terjebak reruntuhan, Katemi tidak mengalami luka apa pun di tubuhnya.

Sementara dua cucunya yang kembar juga selamat dalam kejadian tersebut. Katemi mengaku, tidak mengetahui secara pasti keberadaan putranya, Sukarman yang notabene ayah dari si kembar Jopansah dan Jopinsah termasuk dengan menantunya Fatin Julaikah.

Sementara itu, total korban bencana longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk ada 21 orang.  12 diantaranya ditemukan, 2 selamat dan 10 lainnya dinyatakan telah meninggal dunia. Belum diketahui sepenuhnya identitas para korban, karena petugas dari Polda Jatim masih melakukan proses identifikasi.

Dari 10 orang yang dinyatakan meninggal dunia, ada 3 korban yang berhasil diidentifikasi jasadnya. Mereka masing-masing adalah, Khasanah, Sri Utami dan Fatimah.

Akibat bencana longsor yang terjadi, ada sekira 141 jiwa sekarang ini  terpaksa harus diungsikan sementara waktu di gedung sekolah dasar negeri setempat. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.