Pabrik Gula Gelar Tradisi Manten Tebu Tandai Awal Musim Giling

Rudy Hartono - 10 May 2026
Warga mengenakan pakaian adat Jawa mengarak sepasang miniatur pengantin dalam tradisi manten tebu di PG Modjopanggoong, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026). (foto: antara) 

SR, Tulungagung – Tradisi Manten Tebu kembali digelar di Pabrik Gula (PG) Mojopanggung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026), sebagai penanda dimulainya musim giling tebu tahun 2026, sekaligus memperkuat optimisme menuju swasembada gula nasional.

Sepasang boneka tebu yang didandani layaknya pengantin diarak menuju mesin penggilingan dalam prosesi sakral yang menjadi tradisi turun-temurun di pabrik gula tersebut.

Tradisi itu merepresentasikan sinergi antara petani tebu dan industri gula dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

General Manager PG Mojopanggung Sugiyanto mengatakan pihaknya menargetkan volume giling tebu pada musim 2026 mencapai 446.123 ton dengan proyeksi produksi gula sebesar 33.705 ton.

“Target giling tahun ini sebesar 446.123 ton tebu dengan target produksi gula mencapai 33.705 ton,” kata Sugiyanto di sela prosesi pembukaan musim giling di PG Mojopanggung, Tulungagung, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan pasokan tebu PG Mojopanggung berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, meliputi Kabupaten Malang, Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung turut mendukung peningkatan produksi gula melalui program perluasan areal tanam tebu.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin tangvturut yang hadir menyaksikan prosesi adat Manten Tebu mengatakan pihaknya menyiapkan perluasan lahan tebu baru seluas 3.000 hektare guna memperkuat produksi gula lokal dan mendukung program swasembada gula nasional.

“Kami mencanangkan perluasan lahan tebu baru seluas 3.000 hektare untuk meningkatkan produksi gula lokal,” katanya.

Sementara itu PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mempercepat langkah peningkatan produksi gula untuk mendukung target swasembada gula nasional yang diproyeksikan tercapai pada 2027.

Supervisor Pengembangan PT SGN Putu Sukarmen mengatakan pihaknya menargetkan produksi gula mencapai 1,1 juta ton atau sekitar 34 persen dari target nasional sebesar 3 juta ton gula. “Kami menargetkan produksi 1,1 juta ton gula atau berkontribusi sekitar 34 persen dari target nasional,” ujarnya.

Menurut dia, perusahaan terus memperluas areal tanam dan mempercepat program bongkar ratun guna menjaga ketersediaan bahan baku tebu, sekaligus meningkatkan kualitas rendemen.

Meski tantangan musim kemarau masih membayangi, kondisi iklim tahun ini diperkirakan lebih baik dibanding musim sebelumnya. Kondisi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi gula sekaligus menjaga kesejahteraan petani tebu. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.