Megahnya Tari Satyam Eva Jayate Membuka Gelaran Musancab PDIP Surabaya
SR, Surabaya – Tari Satyam Eva Jayate menjadi pembuka epic dalam gelaran Musyawarah Antar Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Surbaya, di Grand Empire Surabaya, Minggu (10/5/2026).
Sebuah tarian baru ciptaan sanggar omah budaya prajanara, binaan Puti Guntur Soekarno itu sukses memukau para peserta yang hadir.
Lenggak-lenggok tiap gerakan pun punya makna mendalam. Menggabungkan berbagai elemen Jawa Timur seperti Reog Ponorogo, Seni Jaranan, hingga tarian keprajuritan, dengan tokoh utama banteng hitam moncong putih.

Koreografer pementasan, Caroko Pakwijoayo menyebut, penampilan di panggung Musancab ini pun menjadi momen pertama kalinya karya tersebut ditarikan secara utuh di depan publik.
Makna utama tarian memang diselarakan dengan visi misi PDI Perjungan. Dimana salah satu partai tertua di Indonesia itu selalu memegang teguh ajaran soekarnois untuk rakyat.
Seperti namanya, tari Satyam Eva Jayate menceritakan manifestasi perjuangan rakyat untuk mendapatkan hak nya, yang selaras dengan visi kerakyatan.
“Kita menyatukan semua itu diringkas di karya ini untuk menonjolkan apresiasi anak bangsa melalui program-program yang telah diberikan oleh Ibu Puti Guntur Soekarno,” ujar Caroko.

Untuk itu 20 penari ini betul-betul difokuskan. Meski waktu latihan dan pembuatan koreografi terbilang singkat. Hanya 3 hari. Terlebih latar belakang penari yang terlibat sangat beragam, mulai dari pelajar SMP hingga pekerja berusia 25 tahun.
Namun berkat dukungan Puti Guntur dan kekompakan tim, akhirnya pertunjukan berlangsung lancar. “Sangat sulit dan berat karena kami hanya dikabari H-3. Kami kesulitan berkumpul karena ada yang sibuk kerja, kuliah, dan sekolah. Kami baru bisa melakukan gladi bersih pada H-1 malam,” jelasnya.
Pihaknya pun berterima kasih pada PDI Perjuangan. Berkat bantuan dari program PIP, yang difasilitasi oleh Puti Guntur Soekarno dan PDI Perjuangan.
Melalui tarian ini, para pemuda ingin menyampaikan pesan tentang semangat “Indonesia Maju” dan pentingnya pelestarian budaya.
la berharap dukungan terhadap ruang kreatif bagi pelajar dan mahasiswa ini dapat terus berlanjut di masa depan. “Harapan saya dan teman-teman, semoga program ini bisa terus ada ke depannya karena kami sebagai mahasiswa dan pelajar sangat butuh wadah seperti ini,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: guruh soekarnoputra, musancab, pdip surabaya, tari satyam eva jayate
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





