Megahnya Tari Satyam Eva Jayate Membuka Gelaran Musancab PDIP Surabaya

Rudy Hartono - 10 May 2026
Salah satu penari menjadi banteng dalam tari Satyam Eva Jayate di pembukaan Musancab PDI Perjuangan Surabaya, Minggu (10/5/2026). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Tari Satyam Eva Jayate menjadi pembuka epic dalam gelaran Musyawarah Antar Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Surbaya, di Grand Empire Surabaya, Minggu (10/5/2026).

Sebuah tarian baru ciptaan sanggar omah budaya prajanara, binaan Puti Guntur Soekarno itu sukses memukau para peserta yang hadir.

Lenggak-lenggok tiap gerakan pun punya makna mendalam. Menggabungkan berbagai elemen Jawa Timur seperti Reog Ponorogo, Seni Jaranan, hingga tarian keprajuritan, dengan tokoh utama banteng hitam moncong putih.

Pengurus DPD-DPC PDI Perjuang terkagum menyaksikan tarian Satyam Eva Jayate di Musancab PDI Perjuangan Surabaya, Minggu (10/5/2026). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Koreografer pementasan, Caroko Pakwijoayo menyebut, penampilan di panggung Musancab ini pun menjadi momen pertama kalinya karya tersebut ditarikan secara utuh di depan publik.

Makna utama tarian memang diselarakan dengan visi misi PDI Perjungan. Dimana salah satu partai tertua di Indonesia itu selalu memegang teguh ajaran soekarnois untuk rakyat.

Seperti namanya, tari Satyam Eva Jayate menceritakan manifestasi perjuangan rakyat untuk mendapatkan hak nya, yang selaras dengan visi kerakyatan.

“Kita menyatukan semua itu diringkas di karya ini untuk menonjolkan apresiasi anak bangsa melalui program-program yang telah diberikan oleh Ibu Puti Guntur Soekarno,” ujar Caroko.

Gerak tari semangat ditampilkan para penari Satyam Eva Jayate di pembukaan Musancab PDI Perjuangan Surabaya, Minggu (10/5/2026). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Untuk itu 20 penari ini betul-betul difokuskan. Meski waktu latihan dan pembuatan koreografi terbilang singkat. Hanya 3 hari. Terlebih latar belakang penari yang terlibat sangat beragam, mulai dari pelajar SMP hingga pekerja berusia 25 tahun.

Namun berkat dukungan Puti Guntur dan kekompakan tim, akhirnya pertunjukan berlangsung lancar. “Sangat sulit dan berat karena kami hanya dikabari H-3. Kami kesulitan berkumpul karena ada yang sibuk kerja, kuliah, dan sekolah. Kami baru bisa melakukan gladi bersih pada H-1 malam,” jelasnya.

Pihaknya pun berterima kasih pada PDI Perjuangan. Berkat bantuan dari program PIP, yang difasilitasi oleh Puti Guntur Soekarno dan PDI Perjuangan.

Melalui tarian ini, para pemuda ingin menyampaikan pesan tentang semangat “Indonesia Maju” dan pentingnya pelestarian budaya.

la berharap dukungan terhadap ruang kreatif bagi pelajar dan mahasiswa ini dapat terus berlanjut di masa depan. “Harapan saya dan teman-teman, semoga program ini bisa terus ada ke depannya karena kami sebagai mahasiswa dan pelajar sangat butuh wadah seperti ini,” pungkasnya. (hk/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.