Dito Imbau Pelaku UMKM Miliki Izin Usaha

Yovie Wicaksono - 28 October 2020
Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono saat mengunjungi Desa Karang Talun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono memberikan saran kepada para pelaku UMKM agar mempunyai izin usaha supaya pemerintah daerah bisa memonitor secara berkelanjutan sejauh mana perkembangan usaha tersebut.

“Tadi banyak yang menyampaikan dari 60 produk UMKM yang ada disini, baru tiga yang ada izinnya. Maka selalu saya sampaikan untuk UMKM harus punya izin. Fungsinya untuk apa, yang sudah punya izin akan kita monitor bagaimana perkembangan dari masing-masing,” ujar pemuda yang akrab disapa Dito ini, Rabu (28/10/2020).

Dalam kunjungannya di Desa Karang Talun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Dito berjanji jika segala pengurusan izin sudah terpenuhi, pemerintah daerah yang akan datang tidak segan untuk membantu memberikan pelatihan kepada 60 anggota UMKM Bunda Kreatif.

“Nanti yang punya izin, kita berikan pelatihan yang berbeda menyesuaikan dengan potensi perkembangan UMKM tersebut. Banyak sekali pelatihan yang diberikan bagaimana tentang manajemen, produksi, kemasan, pemasaran, serta melihat kekuatan produk itu bagaimana, kelemahannya dimana, terus kesempatan produk itu berkembang bagaimana semuanya harus kita lihat, jadi banyak variabelnya,” ujarnya.

Selain itu, jika nantinya ia terpilih, ia menginginkan keterlibatan pemuda pemudi karang taruna untuk menjadi agen pemasaran UMKM di masing-masing desa. Secara jujur Dito menilai produk makanan dan minuman yang dijual di UMKM Bunda Kreatif kualitas rasanya tidak kalah dengan produk tingkat nasional.

“Kalau dari segi rasanya bersaing tingkat skala nasional sebenarnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua UMKM Bunda Kreatif Desa Karang Talun, Yuliati menjelaskan, jika anggota UMKM yang ada saat ini berjumlah 60 orang. Produk UMKM yang dijual berupa makanan dan minuman. Dari sekian banyak produk usaha yang ada, paling dikenal adalah makanan jamur crispy.

UMKM Bunda Kreatif sendiri sudah berjalan 4 tahun, namun semenjak pandemi Covid-19 produk penjualan mengalami penurunan. Produk UMKM tersebut dipasarkan secara online, dan dititipkan di sejumlah pertokoan dan lapak pedagang.

“Biasanya kita bisa kirim banyak, sekarang cuman sedikit karena ada Covid-19,” ujarnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.