Disabilitas dan Difabel: Apakah Sama atau Berbeda?

Rudy Hartono - 13 November 2025

SR, Surabaya – Banyak orang masih mengira bahwa istilah disabilitas dan difabel memiliki arti yang sama. Padahal, meskipun keduanya sering dipakai secara bergantian, ada perbedaan penting dalam makna dan konteks penggunaannya.

Menurut Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), istilah penyandang disabilitas digunakan dalam regulasi resmi, terutama dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Di sana dijelaskan bahwa penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, atau sensorik dalam jangka waktu lama yang menghambat partisipasi penuh dan efektif dalam masyarakat berdasarkan kesetaraan dengan yang lain.

Sementara itu, istilah difabel berasal dari bahasa Inggris differently abled yang berarti “memiliki kemampuan yang berbeda.” Istilah ini lebih menekankan pada perspektif positif — bahwa mereka bukan tidak mampu, melainkan memiliki cara yang berbeda dalam beraktivitas atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Karena itu, istilah difabel sering digunakan oleh aktivis dan komunitas inklusi untuk menggantikan kata disabilitas yang dianggap memiliki konotasi lebih negatif.

UNESCO dalam laporan Inclusive Policy Framework (2024) juga menegaskan bahwa penggunaan istilah yang lebih inklusif seperti difabel dapat membantu mengubah cara pandang masyarakat dari belas kasihan menjadi penghormatan terhadap keberagaman kemampuan manusia.

Dengan memahami perbedaan ini, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan istilah. Disabilitas tepat digunakan dalam konteks hukum dan kebijakan publik, sedangkan difabel dapat dipakai untuk percakapan yang lebih humanis dan berorientasi pada pemberdayaan.

Pada akhirnya, baik “difabel” maupun “disabilitas” sama-sama merujuk pada keberagaman manusia yang perlu dihormati. Yang terpenting bukan istilahnya, melainkan bagaimana kita memperlakukan mereka — dengan empati, kesetaraan, dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial. (*/dv/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.