Dapur Umum Mulai Dibuka bagi Korban Banjir Bandang Situbondo

Rudy Hartono - 22 January 2026
Dapur umum untuk korban banjir bandang didirikan di Kantor Kecamatan Besuki, Situbondo, jawa Timur. Kamis (22/1/2026). (foto: antara)

SR, Situbondo  – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mendirikan dapur umum pasca-banjir bandang yang menerjang ribuan rumah warga dan fasilitas umum di lima kecamatan.

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengatakan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim Tanggap Bencana (Tagana) setempat mendirikan dapur umum di Kantor Kecamatan Besuki.

“Dapur umum sudah mulai jalan pada hari ini untuk menyuplai makanan siap santap bagi warga terdampak banjir bandang,” katanya saat meninjau lokasi terdampak banjir bandang di wilayah barat Kabupaten Situbondo, Kamis (22/1/2026).

Menurut Wabup Ulfiyah, pendirian dapur umum ini tentunya bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam penanggulangan bencana, dengan menyiapkan makanan siap saji dan sekaligus jadi pusat distribusi bantuan.

“Jadi, kami dari pemerintah daerah terus berada di sini dan tidak ingin warga kami kelaparan dengan kondisi yang seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo Timbul Surjanto menyampaikan BPBD dan Tagana memasak sebanyak lebih dari seribu bungkus nasi siap santap bagi warga terdampak banjir bandang.

“Dapur umum ini untuk sementara akan berlangsung selama lima hari ke depan pasca-banjir bandang, dan jika masih dibutuhkan akan kami perpanjang kembali,” katanya.

Menurut Timbul, di wilayah terdampak banjir bandang lainnya juga akan didirikan posko dapur umum dan lokasinya akan didirikan di tempat yang dekat terdampak bencana terbanyak.

“Misalnya, di Kecamatan Banyuglugur, mungkin posko dapur umum akan didirikan di Desa Lubawang, dan di wilayah terdampak lainnya kami dirikan di kantor kecamatan,” katanya.

Data BPBD Situbondo menyebutkan rumah terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1) malam itu mencapai 6.328 unit, rinciannya di Kecamatan Besuki mencapai 5.425 rumah tersebar di Desa Pesisir 2.882 rumah, Desa Kalimas 193 rumah, Desa Demung 44 rumah dan Desa Besuki 2.306 rumah.

Sementara di Kecamatan Banyuglugur, rumah terdampak banjir 467 rumah, tersebar di Desa Kalianget 27 rumah, Desa Lubawang 440 rumah.

Lalu, Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, sebanyak 113 rumah, dan Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan sebanyak 169 rumah, selanjutnya di Desa/Kecamatan Kendit sebanyak 154 rumah. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.