Dampak Serangan Hama Tikus, Serapan Gabah Bulog Kediri Berkurang

Yovie Wicaksono - 12 August 2022
Kepala Bulog Subdivre Kediri, Mara Kamin Siregar. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Kepala Bulog Subdivre Kediri, Mara Kamin Siregar mengatakan, capaian serapan gabah Perum Bulog Kediri semester 1 tahun ini mengalami penurunan, yakni baru mencapai 3200 ton. 

Capaian serapan tersebut cenderung turun jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.  Meski demikian, pria yang hobi berolahraga sepeda ini tetap optimis jumlah serapan gabah nantinya akan bertambah.

“Kita bandingkan dengan tahun lalu di semester 1, kita sudah lakukan serapan kurang lebih 10 ribu ton.  Jadi kami Bulog masih ada kesempatan 5 bulan ke depan untuk melakukan serapan,” ujarnya, Jumat (12/8/2022). 

Ia mengatakan, turunnya hasil serapan gabah saat ini, tidak lepas dari situasi dan kondisi yang terjadi sekarang, dimana banyak lahan pertanian di wilayah Kediri dan Nganjuk diserang hama tikus. Akibatnya, banyak sawah yang rusak sehingga berdampak pada turunnya hasil produksi panen petani. 

“Informasi yang kita dapat dari teman-teman di lapangan,  hasil panennya tidak sesuai dengan tahun sebelumnya. Biasanya per hektar 8 ton, sekarang turun sekitar 5 ton. Dan ini terjadi di wilayah cakupan kerja kami yaitu Nganjuk dan Kediri,” katanya.

Selain karena serangan hama tikus, faktor lain yang mempengaruhi serapan gabah turun adalah adanya persaingan daya beli gabah oleh pihak swasta yang berani datang langsung ke lahan milik petani untuk melakukan pembelian gabah kering panen. Harga gabah kering panen di pasaran sendiri saat ini berkisar Rp 5200 – Rp 5300 per kilo gram. 

“Sedangkan Bulog Subdivre Kediri tahun 2022 dibebani target dapat menyerap 20 ribu ton gabah dari petani,” pungkasnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.