Serapan Gabah/Beras Bulog Jatim Tembus 100 Ribu Ton

Rudy Hartono - 15 February 2026
Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat capaian penyerapan hasil panen petani pada awal tahun 2026 menembus angka setara 100 ribu ton beras. Foto: Bulog Jatim (sumber: infokom)

SR, Surabaya – Perum Bulog  Kantor Wilayah Jawa Timur menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kedaulatan pangan nasional di awal tahun 2026. Hingga 13 Februari 2026, Bulog Jatim mencatat capaian signifikan dalam penyerapan hasil panen petani lokal yang melampaui target bulanan serta periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog  Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu A, menyampaikan bahwa per 13 Februari 2026 pihaknya telah menyerap Gabah Kering Panen (GKP) dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500/kg sebanyak 196.850 ton, atau setara 100.600 ton beras. “Pencapaian ini tidak hanya melampaui target bulanan yang ditetapkan perusahaan, tetapi juga lebih tinggi dibandingkan pengadaan gabah pada periode yang sama di tahun lalu,” ujar Langgeng.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten/kota se-Jatim, serta peran aktif TNI dan Tim Jemput Pangan Bulog menjadi faktor kunci optimalisasi serapan langsung di tingkat petani.

Selain fokus pada beras, Bulog Jatim juga bergerak menjaga stabilitas harga minyak goreng. Hingga saat ini, sebanyak 2,7 juta liter MinyakKita telah didistribusikan melalui pasar tradisional, KDKMP, Rumah Pangan Kita (RPK), hingga ritel modern. Langkah ini dinilai efektif menjaga harga MinyakKita tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sebagaimana terkonfirmasi melalui data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Di sektor komoditas lain, Bulog Jatim juga mengintensifkan penyerapan Jagung Pipil Kering. Hingga pertengahan Februari 2026, realisasi serapan jagung mencapai 14.500 ton dan menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menghadapi musim panen raya, Bulog  Kanwil Jatim telah menyiapkan kapasitas ruang penyimpanan yang memadai di seluruh jaringan gudang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hasil panen petani dapat terserap optimal tanpa kendala kapasitas simpan.

Upaya tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan tahun 2026. “Kami terus memastikan kesiapan infrastruktur gudang agar mampu menampung hasil keringat petani Jatim. Fokus kami jelas: menjaga harga di tingkat petani dan menjamin ketersediaan stok pangan untuk masyarakat,” kata Langgeng. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.