Bulan Suro, Jasa Pencucian Pusaka Banyak Dicari Kolektor 

Yovie Wicaksono - 3 September 2019
Salah satu pemilik lapak pencucian pusaka, Mariyani (48). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Memasuki bulan Suro, banyak kolektor pusaka keris maupun tombak membutuhkan keterampilan ahli jamas pusaka untuk mencucikan pusakanya.

Penyedia jasa layanan pencucian pusaka ini, dapat ditemui di Pasar Tradisional Setono Betek, Kota Kediri. Disini, terdapat 5 orang ahli jamas yang membuka lapak khusus melayani jasa pencucian keris sekaligus jual beli pernak pernik pusaka.

Menurut keterangan salah satu pemilik lapak,  Mariyani (48) mengatakan, tujuh hari sebelum memasuki bulan Suro, banyak kolektor yang sudah berdatangan  ke pasar Setono Betek untuk mencucikan pusaka sekaligus membeli pernak pernik keris.

“Sejak satu minggu sebelum bulan Suro, banyak kolektor yang datang ke sini untuk mencucikan keris maupun tombak,” ujar perempuan asal Sumenep Madura ini kepada Super Radio, Senin (2/9/ 2019).

Lebih lanjut ibu dua anak tersebut mengaku, jika pada hari biasa ia hanya menerima pencucian 3 unit pusaka dari pelanggan, namun memasuki bulan Suro, jumlah pesanan bisa naik tiga kali lipat hingga ia bisa melayani  10 unit benda pusaka yang harus ia cucikan.

Meski banyak kolektor yang membutuhkan jasanya, namun Mariyani tidak berani mematok harga dengan tarif tinggi.

“Standar aja, satu kali cuci jasanya Rp 40 ribu. Kalau hari biasa paling hanya 2 sampai 3 keris aja yang dicuci. Tapi kalau sudah menjelang dan memasuki bulan Suro seperti sekarang  ini, bisa sampai 10 pusaka setiap harinya,” Kata Mariyani.

Proses membersihkan keris membutuhkan waktu paling cepat tiga jam, dan paling lama 1 hari.

Membersihkan pusaka harus melalui proses tahapan terlebih dahulu mulai dari dibersihkan, dicuci menggunakan air jeruk, dikeringkan atau dijemur, diputihkan,  dimasukan ke dalam warangan hingga diberi minyak wangi sebagai pengharum agar awet dan tidak cepat rusak.

“Tahapan terakhir prosesnya dimasukan ke dalam warangan dengan maksud untuk mengeluarkan aura atau pamor yang ada di dalam keris itu sendiri,” imbuhnya.

Selesai proses  pencucian, ukiran-ukiran yang ada di dalam batang keris nampak timbul memancarkan pamor aura yang bersinar.

Biasanya benda pusaka yang sering ia cuci merupakan keris dan  tombak peninggalan kerajaan Kadiri, Mataram dan Majapahit.

Tidak hanya menawarkan jasa pencucian keris, Mariyani juga menjual segala macam aksesoris termasuk jual beli pusaka keris dan tombak. Keris yang dijualnya  paling murah kisaran Rp 100 ribu dan paling mahal bisa mencapai jutaan.

“Disini saya juga jual sarung keris, harganya Rp 250.00 terbuat dari kayu,” kata dia.

Pada momentum bulan Suro seperti sekarang, para kolektor benda pusaka yang datang ke tempatnya bukan hanya berasal dari Kediri saja, melainkan juga dari berbagai daerah.

“Kalau di Pasar Setono Betek  ini, ada 5 lapak yang menyediakan layanan jasa pencucian keris dan penjualan pernak pernik benda pusaka.  Pada tahun 1993 saya dulu yang mengawali membuka usaha disini bersama suami,” ujarnya.

Keterampilan mencuci keris yang dimiliki oleh Mariyani, didapatnya dari almarhum suaminya. Kemudian pada tahun 2012 suaminya meninggal.  Rintisan usaha yang dimulainya sejak tahun 1993 ini kemudian ia teruskan hingga sekarang.

Dengan keahlian yang ia miliki, Mariyani bisa menyekolahkan dua orang putrinya hingga ke  jenjang Perguruan Tinggi. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.