Gus Ipin Targetkan PDI Perjuangan Trenggalek jadi Pelopor Lingkungan dan Advokasi Sosial

Rudy Hartono - 15 April 2026
Ketua DPC PDI perjuangan Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Ketua DPD Jatim MH Said Abdullah.

SR, Surabaya – Ketua DPC PDI perjuangan Trenggalek Mochamad Nur Arifin tancap gas menggenjot kinerja kader menjadi pelopor pembangunan. Bukan sekadar pengekor.

Ia memastikan bahwa konsolidasi internal partai berjalan dengan baik tanpa adanya faksi-faksi. Seluruh kader patuh terhadap asas dan instruksi DPP, termasuk kebijakan melibatkan 30 persen perempuan dan generasi-Z (di bawah 35 tahun) dalam struktur kepengurusan.

“Di Trenggalek tidak ada faksi-faksi. Mungkin berbeda dengan beberapa DPC-DPC yang lain, tetapi kita berpegang bahwa partai itu adalah pijar penuntun,” ucapnya, Minggu (12/4/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya gotong royong dan kesolidan. Para kader, lanjutnya, disiapkan untuk mampu menjalankan tiga peran utama. Yakni menjadi advokat sosial yang memfasilitasi kebutuhan ekonomi dan sosial masyarakat, menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan, serta menjadi aktivis lingkungan.

“Saya kemarin sebelum lebaran menginstruksikan tiga hal. Artinya, seluruh kebutuhan masyarakat di bidang sosial, ekonomi, mereka harus bisa memfasilitasi ke saluran-saluran,” tuturnya.

Gus Ipin pun memberi perhatian khusus pada efek emisi gas rumah kaca di Trenggalek. Untuk itu ia mendorong kader untuk terlibat langsung dalam isu lingkungan. Salah satunya pengelolaan sampah.

“Kita berbagi tugas. Bu Novita ngurusin sampah organiknya, saya yang ngurusin sampahan organiknya. Jadi nanti teman-teman DPC pun akan kita libatkan semua di situ,”

Tak lupa ia mengajak para kader untuk bekerja total untuk masyarakat. Menyolidkan barisan dan terus mengembangkan inovasi.

“Jadilah pelopor bukan pengekor. Jadi kita berpartai bukan untuk gontok-gontokan di dalam, tapi untuk gotong royong, kita membangun bareng-bareng masyarakat,” pungkasnya. (hk/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.