Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Iduladha, Daop 8 Siapkan 3 KA Tambahan

Yovie Wicaksono - 9 August 2019
Ilustrasi Kereta Api. Foto : (flickr)

SR, Surabaya – Tiga kereta api (KA) tambahan akan beroperasi di wilayah Daop 8 Surabaya pada masa liburan Iduladha 2019. Hal tersebut untuk mengantisipasi lonjakan penumpang KA yang melakukan keberangkatan ke sejumlah daerah terutama ke arah Jakarta.

“Total keberangkatan KA jarak jauh/menengah yang beroperasi pada masa liburan Iduladha 2019 ini, dari wilayah Daop 8 Surabaya sebanyak  32 KA yang terdiri dari 29 KA regular dan 3 KA tambahan, dengan total seat per hari yang tersedia yakni 18.166 seat,” kata Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Suprapto, Jumat (9/8/2019).

Ketiga kereta api tambahan tersebut, yakni :

1. KA 7055 Sembrani Tambahan (Surabaya Pasarturi-Gambir) dengan susunan rangkaian 9 KA eksekutif dengan total kapasitas 450 tempat duduk. KA Sembrani tambahan ini beroperasi setiap Jumat dan Minggu dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Surabaya Pasarturi pada 20.30 WIB dan tiba di Gambir pada 06.42 WIB. Harga tiket untuk KA Sembrani Tambahan ini adalah Rp500.000

2. PLB 7071 Tambahan (Surabaya Gubeng-Malang) dengan harga tiket Rp40.000. Adapun susunan rangkaian dari KA ini adalah 9 KA Premium dengan total kapasitas 720 tempat duduk. Berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng 05.35 WIB dan tiba di Stasiun Malang pukul 07.45 WIB.

3. PLB 7072 Tambahan (Malang-Surabaya Gubeng) dengan harga tiket Rp40.000. Adapun susunan rangkaian dari KA ini adalah 9 KA Premium dengan total kapasitas 720 tempat duduk.  Berangkat dari Stasiun Malang pukul 11.10 WIB dan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 13.22 WIB.

Dengan adanya KA tambahan ini, diharapkan dapat mengakomodasi serta mengoptimalkan pelayanan penumpang dan meningkatkan kepuasan para pengguna jasa kereta api, terutama pada masa long weekend ini.

“KAI juga mengimbau kepada masyarakat agar membeli tiket di channel resmi KAI atau mitra resmi yang telah bekerjasama dengan KAI, tujuannya untuk menghindari penipuan atau biaya jasa yang tidak wajar,” imbuh Suprapto. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.