500-an Guru Ngaji Protes Dinilai Fiktif sehingga Tak Terima Insentif
SR, Situbondo – Sekitar 500 orang guru ngaji yang sebelumnya menerima insentif senilai Rp2 juta per tahun, tahun ini gagal mendapatkan insentif lantaran dinilai fiktif.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Situbondo, Janur Sasra Ananda meminta Pemkab melakukan verifikasi ulang terhadap ratusan guru ngaji tersebut.
“Kami minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo melakukan verifikasi ulang terhadap ratusan guru ngaji yang dinilai fiktif,” ucap Janur, Kamis (10/4/2025).
Janur Sasra mempertanyakan metode verifikasi yang dilakukan oleh tim verifikator, sebab banyak guru ngaji yang punya santri dan musala, namanya dicoret. “Banyak protes yang dilayangkan ke kami oleh guru ngaji yang dicoret namanya. Mereka mengaku punya santri dan musala,” ujar Janur Sasra.
Kata Janur Sasra, pencoretan nama guru ngaji itu bukan hanya soal insentif, tapi lebih kepada soal ketersinggungan, karena dinilai atau dianggap tidak punya santri. “Persoalan yang timbul saat ini bukan lagi karena gak dapat insentif, melainkan ketersinggungan karena dinilai tidak punya santri,” tegas Janur Sasra.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo, Fatkhor Rahman belum bisa dikonfirmasi, baik melalui telepon seluler ataupun bertemu secara langsung.
Diinformasikan sebelumnya, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah telah membagikan insentif kepada 4.433 guru ngaji dan guru minggu. Masing-masing mendapatkan Rp2 juta per tahun. (*/rri/red)
Tags: fiktif, Guru Ngaji, Situbondo, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





