Ziarah Kubur di Tengah Pandemi Corona

Yovie Wicaksono - 23 April 2020

SR, Surabaya – Ziarah kubur menjadi sebuah tradisi yang tak terpisahkan saat menjelang bulan suci Ramadan.

Berbeda dengan biasanya, ziarah kubur tahun ini tidak seramai biasanya. Penyebabnya, semakin mewabahnya virus Corona, termasuk di Surabaya.

Juru kunci makam Islam Semolowaru Surabaya, Budiono (53) mengatakan jumlah peziarah yang datang kali ini turun drastis.

“Karena ada corona ini jadi sepi peziarah. Biasanya parkiran makam ini penuh, sehari bisa lebih dari seratus orang tapi sekarang nggak sampai setengahnya,” ujar pria yang telah menjadi juru kunci makam selama 12 tahun ini.

Sepinya peziarah juga berpengaruh terhadap omzet pedagang bunga di depan makam. Nur Fadhila (58), salah seorang pedagang mengatakan, pada tahun sebelumnya ketika jelang Ramadan, ia bisa mendapatkan penghasilan Rp 500 ribu per hari dari penjualan bunganya. Tahun ini turun hingga lebih dari 50 persen.

Disisi lain, para pedagang bunga di depan makam Islam Semolowaru ini juga saling menjaga jarak sambil mengenakan masker seperti imbauan pemerintah.

Bahkan, diantara meja dagangannya, mereka juga meletakkan hand sanitizer yang digunakan setiap selesai bertransaksi dengan pembeli.

“Ya kita kan menghargai orang lain dengan cara saling menjaga dari penyebaran virus corona,” ujar Nur Fadhila.

Para peziarah pun banyak yang mengenakan masker, mencuci tangan dan kaki, ataupun mengenakan hand sanitizer setelah selesai berziarah.

Sementara itu, Wiwik Kanti (51) warga Manyar Sabrangan, Surabaya, yang datang berziarah bersama dengan suami dan anaknya mengatakan tetap menerapkan imbauan pemerintah.

“Kebetulan anak saya yang pertama barusan meninggal dunia belum genap 40 hari, jadi rasa untuk ziarah tidak bisa dibendung lagi. Tapi saat berziarah kita tetap menjaga jarak, menggunakan masker, pakai hand sanitizer, lalu sampai rumah juga langsung mandi, seperti yang dianjurkan pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, di tengah pandemi virus corona (Covid-19) ini pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan ziarah kubur dengan mengganti mengirimkan doa dari rumah. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.