Warung Gopindes Kediri, Sajikan Makanan dengan Daun Jati

Yovie Wicaksono - 4 March 2021
Warung Gopindes Kediri, Sajikan Makanan dengan Daun Jati. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Meski tergolong baru, warung makan Gopindes (sego pincuk ndeso godong jati) selalu ramai didatangi pelanggan. Selain rasa yang enak, pecinta kuliner tertarik  datang karena penyajian makanan masih  menggunakan cara tradisional.

“Kita bikin masakan yang penyajianya beda dengan yang lain. Kalau dulu kan pakai daun jati, kemudian muncul ide bagaimana kalau membuat makanan disajikan dibungkus daun jati,” ujar Januarista, pemilik warung makan Gopindes.

Perempuan berusia 25 tahun ini meyakini, apa pun menu  yang dimasak, jika disajikan dan dikemas menggunakan daun jati dapat menggugah selera makan konsumen.  “Selain itu, bisa bikin masakan semakin sedap aromanya saat disantap,” imbuhnya.

Stok daun jati yang jarang ada di daerah perkotaan, membuat Januarista harus mendatangkan daun jati dari luar kota, seperti Bojonegoro, Trenggalek, serta di sekitar wilayah pegunungan area Kediri.

Setiap harinya, warung makan Gopindes yang berlokasi di Jalan Perum Bumi Asri, Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri ini buka mulai 06.00 – 10.00 WIB.

“Allhamdulilah, biasanya tidak sampai pukul 10.00 WIB, pukul 08.00 WIB sudah keburu habis, itu pun kita ambil lagi masakan baru lagi yang ada dirumah kakak saya. Setiap harinya, beras yang kita masak berkisar 4-5 kilogram,” ungkapnya.

Ada tiga menu makanan yang ditawarkan, antara lain sego lodeh ikan asin,  sego pindang sapi,  serta sego campur lodeh pindang sapi yang dijual dengan harga sangat murah, yakni mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 10.000

Dengan harga yang relatif murah, pelanggan juga mendapatkan bonus dua krupuk putih gratis sebagai makanan pendamping. Semua menu masakan pun disajikan menggunakan besek dan daun pohon jati.

Saat ini pembeli yang datang masih diseputaran wilayah Kota Kediri saja. Meski begitu, jumlahnya terus mengalami peningkatan. Masakan pun mendapat respon positif dari masyarakat.

“Bumbu masakan yang meracik kakak saya, resepnya sudah lama warisan dari keluarga secara turun temurun, nasi daging sapi pindang lodeh khas Trenggalek disukai pembeli, Allhamdulilah rasanya cocok dilidah pembeli,” ujarnya.

Mantan pramugari ini mengemukakan alasannya menekuni usaha kuliner karena ingin memperoleh intensitas waktu lebih banyak berkumpul bersama keluarga. Sebab selama ini, profesi yang ia tekuni sejak tahun 2015 lalu, memaksanya sering meninggalkan keluarga bepergian ke luar kota.

“Dulu profesi saya pramugari sejak tahun 2015, terus setahun kemarin sudah keluar karena sudah punya anak. Pingin fokus sama keluarga akhirnya buka usaha kuliner ini,” katanya. (rh/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.