Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Nganjuk Masih Mencapai 6 Persen dari Total Penduduk

Yovie Wicaksono - 15 April 2021
Program vaksinasi Covid-19. Foto : (BPMI Presiden)

SR, Surabaya – Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, hingga kini vaksinasi Covid-19 di wilayah setempat masih rendah, yakni baru 6 persen dari jumlah total penduduk Kabupaten Nganjuk.

“Vaksinasi kita masih kecil, karena jatahnya nunggu dari pusat. Kabupaten Nganjuk dari total seluruh penduduk baru 6 persen dari satu juta dua ratus penduduk. Baru segitu kurang lebihnya. Sehingga vaksinasi ini dibutuhkan betul oleh masyarakat,” ujar Novi, Kamis (15/4/2021).

Lantaran terkait vaksinasi pihaknya hanya bisa menunggu dari pusat, ia tetap mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan agar bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Diharapkan, adanya vaksinasi ini juga bisa segera memulihkan perekonomian masyarakat setempat.

“Alhamdulilah Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan sudah kita vaksin semuanya, masyarakat sebagian sudah kita vaksin. Dengan adanya vaksin yang sudah berjalan ini, Insya Allah di Kabupaten Nganjuk nanti akan bisa memulihkan perekonomian dengan adanya imunitas yang semakin baik di masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo optimis pemerintah bisa menyuntikan vaksin Covid-19 kepada 70 juta penduduk hingga Juli mendatang untuk menurunkan laju penyebaran Covid-19 secepatnya. Terlebih, Menteri Pendidika dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menargetkan semua sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas mulai Juli 2021.

Sejauh ini, di Kabupaten Nganjuk pun terus mempersiapkan secara matang terkait dimulainya sekolah tatap muka pada Juli mendatang. Mulai dari vaksinasi guru atau pendidik yang telah rampung, hingga penyiapan sarana dan prasarana di sekolah.

“Caranya kan tidak mungkin kita masukkan serentak, tidak. Ada tata caranya, kelas kita bagi, anak didik kita batasi jumlahnya, masuknya mereka ke sekolah juga kita atur. Mungkin seminggu hanya dua kali saja. Jamnya kita batasi. Sarana prasarana juga sudah di tata,” ujarnya.

Novi juga berharap, dengan dimulainya sekolah tatap muka nanti masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam menjalankan pola hidup baru. Mengingat hingga kini masyarakat masih belum terbebas dari pandemi Covid-19.

“Saya minta kepada masyarakat agar tetap waspada, hati-hati, dan menerapkan protokol kesehatan bagi anak-anaknya, saya juga sudah membatasi bagi sekolah-sekolah untuk tidak banyak membuka warung-warung, sehingga jamnya nanti kita batasi. Saat pulang, anak-anak harus langsung pulang, tidak boleh main ke mana-mana,” kata Novi.

“Semoga kondisi nanti semakin baik, walaupun hingga saat ini vaksin belum merata. Insya Allah dengan mengajak masyarakat menerapkan disiplin protokol kesehatan, kita akan bisa menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Nganjuk,” sambungnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.