Upah Minimum Provinsi Jatim 2021 Naik Sebesar 5,65 Persen

Yovie Wicaksono - 1 November 2020
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) pada saat mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur, di Kantor Bakorwil, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (1/11/2020). Foto : (Antara)

SR, Malang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 5,65 persen dari sebelumnya sebesar Rp1.768.000 menjadi Rp1.868.777 pada 2021.

Melansir Antara, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, keputusan untuk menaikkan UMP kurang lebih sebesar Rp100.000 tersebut sudah disepakati dalam rapat bersama Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Timur pekan lalu.

“Dewan Pengupahan melaporkan kepada saya, akhirnya diputuskan bahwa ada kenaikan UMP sebesar Rp100.000 atau setara dengan 5,65 persen dari UMP yang sebelumnya,” kata Khofifah di Kota Malang, Minggu (1/11/2020).

Khofifah menambahkan, keputusan tersebut ditetapkan dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/498//KPTS/013/2020 Tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Timur Tahun 2021, yang ditandatangani pada 31 Oktober 2020.

Dalam beleid tersebut disebutkan bahwa para pengusaha yang telah memberikan upah lebih tinggi dari ketetapan UMP dilarang mengurangi atau menurunkan upah, dan pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari ketetapan UMP.

“Ketika kita memutuskan UMP, maka sesungguhnya UMP ini masa berlakunya sampai ada keputusan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK),” kata Khofifah.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur Ahmad Fauzi mengatakan keputusan untuk menaikkan UMP Jawa Timur tersebut tidak boleh didasari karena keputusan emosional dan harus tetap meyakinkan bahwa sektor industri tetap bisa berjalan.

“Kenaikan UMP tahun ini tidak boleh didasarkan emosional, tetapi harus meyakinkan semua pihak bahwa kehidupan industri harus tetap jalan,” kata Fauzi.

Fauzi menambahkan kenaikan UMP meskipun kecil harus terus disyukuri oleh seluruh serikat pekerja, para tokoh buruh, termasuk seluruh pelaku usaha yang ada di wilayah Jawa Timur.

“Kepada seluruh serikat pekerja, tokoh buruh, ini harus kita syukuri. Tidak perlu meratapi bahwa ini kenaikan kecil. Dan untuk dunia usaha, tidak perlu bersedih,” kata Fauzi.

Fauzi menambahkan tidak seluruh sektor industri yang ada di wilayah Jawa Timur terdampak pandemi Covid-19. Bahkan, tidak sedikit perusahaan yang mengalami kenaikan produktivitas di tengah pandemi Covid-19.

Di wilayah Provinsi Jawa Timur, UMK paling rendah sebesar Rp1.913.000 atau lebih tinggi dari UMP Jawa Timur yang telah diumumkan. Di wilayah Jawa Timur, ada sembilan kabupaten yang menetapkan UMK sebesar Rp1.913.000 tersebut.

Sembilan wilayah tersebut, adalah kabupaten Sampang, Situbondo, Pamekasan, Madiun, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, dan Magetan. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.