Untari Tekankan Pentingnya Keberadaan Madrasah Diniyah dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini

Yovie Wicaksono - 19 July 2022

SR, Malang – Madrasah Diniyah memiliki peran yang sangat penting terhadap pendidikan masyarakat terutama pada generasi muda. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno mengatakan, keberadaan Madrasah Diniyah memiliki peran strategis dalam penanaman nilai-nilai moral keagamaan sejak dini.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengatur penyelenggaraan pendidikan karakter berbasis keagamaan yang dilakukan oleh Madrasah Diniyah melalui Pasal 20 Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Untari menyebutkan, beban dan tanggungjawab para guru atau ustadz/ustadzah dalam mengajarkan ilmu agama kepada siswa cukup tinggi. Namun, hal ini tidak menjadi halangan bagi para pengajar Madrasah Diniyah untuk mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berakhlak. 

“Saya berterimakasih kepada lembaga Madrasah Diniyah dan Nahdlatul Ulama yang di dalam pengajarannya itu benar-benar menanamkan semangat dan kecintaan dalam menjaga Pancasila dan NKRI,” kata Sri Untari dalam paparannya pada kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan di Aula Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang, Senin (18/7/2022).

Dalam kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dengan tema ‘Pendidikan Diniyah dalam Penguatan Karakter Kebangsaan’ kali ini, Untari menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fase golden age dalam pembangunan karakter anak-anak.

“Pendidikan yang diajarkan sejak dini merupakan tonggak dalam pembangunan SDM ke depan yang mampu menghadapi zamannya. Yakni kehidupan Bangsa Indonesia yang demokratis, pluralistik, dan watak kepribadian yang toleran,” tuturnya.

Keberadaan Madrasah Diniyah dinilai memiliki peran sangat strategis dalam pembentukan karakter anak-anak melalui ranah pendidikan informal. Sebab proses penyerapan ilmu dan pembelajaran yang dialami oleh anak-anak lebih banyak diserap melalui pengalaman hidup sehari-hari.

Dia memandang, pelajaran yang diperoleh melalui lembaga pendidikan formal tidaklah cukup. Oleh karena itu Madrasah Diniyah harus berperan dalam memperkuat pengetahuan anak terkait ilmu keagamaan, budi pekerti, dan kebudayaan.

“Melalui pendidikan Diniyah ini kita berikan mereka pemahaman tentang Pancasila, tentang NKRI, tentang Keislaman yang Rahmatan Lil Alamin, bukan Islam yang merusak, bukan Islam yang memiliki distorsi. Tetapi Islam yang memberikan fundamen edukasi bagi anak-anak kita,” tegas legislator dari Dapil Malang Raya tersebut.

Untari menyadari, profesi sebagai seorang pengajar di Madrasah Diniyah adalah sebuah pengabdian yang mulia. Ditengah keterbatasan dukungan dan besaran honor yang diterima, para pengajar tetap memiliki semangat dan tekad untuk mengabdikan dirinya untuk mencetak generasi penerus yang religius, berkarakter, berakhlak mulia, dan Pancasilais.

Maka, dia mendorong agar para pengajar Madrasah Diniyah tidak hanya mengandalkan honor yang diperoleh bulanan dari pemerintah. Namun juga mampu untuk bisa mandiri dalam perekonomian, salah satunya melalui pembentukan koperasi.

“Panjenengan terdiri dari ribuan orang yang kalau ini tergabung menjadi satu ini akan menjadi suatu kekuatan ekonomi yang dahsyat. Silahkan setelah ini panjenengan cari orang yang ingin berkoperasi, setelah itu kumpulkan disini. Embrio koperasi para pengajar Madrasah Diniyah ini akan saya akan turunkan tim,” pungkas Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) tersebut.

Hal ini sebagai perwujudan dari rasa tanggungjawabnya, untuk bisa membantu meningkatkan taraf kehidupan para pengajar Madrasah Diniyah yang telah mengabdikan diri agar setiap generasi muda Bangsa Indonesia khususnya di Kabupaten Malang dapat turut merasakan pendidikan yang layak. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.