Muslimat NU Raih Penghargaan Ormas Long Life Achievement

Yovie Wicaksono - 25 November 2019
Muslimat Nahdlatul Ulama meraih penghargaan organisasi masyarakat Tahun 2019 Kategori Khusus Bakti Sepanjang Hidup (Long Life Achievement) dari Kementerian Dalam Negeri. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) meraih penghargaan organisasi masyarakat (Ormas) Tahun 2019 Kategori Khusus Bakti Sepanjang Hidup (Long Life Achievement) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kepada Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (25/11/2019).

“Terimakasih untuk apresiasi  ini. Muslimat NU menjadikan Indonesia sebagai rumah besar gerakan perempuan NU sejak awal  proklamasi kemerdekaan. Penghargaan ini memotivasi kami untuk berbuat lebih banyak lagi untuk republik ini,” ujar Khofifah di Jakarta.

Khofifah mengungkapkan, saat ini jumlah anggota Muslimat NU diperkirakan sekitar 32.000.000 orang. Jumlah tersebut berasal dari jamaah yang tersebar di 34 pimpinan wilayah (PW), 524 pimpinan cabang (PC), 2.295 pimpinan anak cabang (PAC), dan 26.000 pimpinan ranting (PR).

Jumlah tersebut termasuk jamaah yang tersebar di luar negeri dalam wadah Pimpinan  Cabang Istimewa (PCI). Saat ini PCI Muslimat NU terbentuk di antaranya di Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Arab Saudi, Sudan, Belanda, dan Inggris.

“Dalam bergerak, Muslimat NU bukan hanya berbicara soal kuantitas, tapi juga komitmen untuk berperan aktif membangun negeri melalui layanan pendidikan, sosial keagamaan, kesehatan serta ekonomi,” ujarnya.

Khofifah melanjutkan, hal tersebut terwujud dalam sektor pendidikan yang saat ini membina sekitar 9800 TK dan RA, sekitar 16.500 Taman Pendidikan Al Qur’an, di bidang  kesehatan mengelola 74 Rumah sakit dan klinik, di bidang sosial mengelola 134 panti asuhan dan bidang ekonomi saat ini memiliki induk koperasi An Nisak serta 143 Koperasi Primer An Nisak serta lebih 69 ribu majelis ta’lim.

Menurut Khofifah, pekerjaan rumah terbesar bagi perempuan Indonesia saat ini adalah memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, mengingat upaya memecah belah bangsa sudah masuk hingga wilayah privat keluarga.

“Peran Ibu jauh lebih besar dari sekadar mengasuh dan membesarkan anak dan juga mengurus keluarga. Ibu punya peran strategis menanamkan rasa cinta tanah air, persatuan dan kesatuan bangsa, serta menghindarkan keluarga dari pengaruh narkotika, radikalisme, terorisme, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian Dalam Negeri menggelar acara Penganugerahan Penghargaan Ormas Tahun 2019 yang diberikan pada beberapa ormas hingga pemerintah daerah yang dianggap berperan dalam pembinaan  ormas. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.