Tujuh Bupati Wali Kota di Jatim Paparkan Kondisi Penanganan Covid-19

Yovie Wicaksono - 8 June 2021
Rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Jatim, Senin (7/6/2021) malam. Foto : (JNR)

SR, Surabaya – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Ganip Warsito memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Jatim, yang digelar secara hybrid diikuti para bupati dan wali kota di Jatim dengan dipusatkan di Mapolda, Senin (7/6/2021) malam.

Adapun bupati dan wali kota dengan kasus yang mengalami lonjakan memberikan paparan kondisi penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing, seperti di Bangkalan, Madiun, Tulungagung, Kota Madiun, Trenggalek, Banyuwangi, dan Bojonegoro.

Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron menjelaskan terkait epicentrum zona merah di Bangkalan yakni, Kecamatan Arosbaya yang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Lonjakan itu diduganya akibat tradisi lebaran ketupat serta PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Telah dilakukan pembatasan mobilitas masyarakat serta swab masal di Kecamatan Arosbaya yang diduga menjadi epicentrum persebaran Covid-19,” jelas Bupati Bangkalan.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro menerangkan, tingkat ketersedian BOR (Bed Occupancy Rate) atau ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 di rumah sakit di Kabupaten Madiun mencapai 35 persen. Bupati Madiun juga menerapkan larangan isolasi mandiri bagi masyarakat yang terpapar Covid-19 untuk menekan tingkat persebaran Covid-19 di masyarakat.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menerangkan tingkat ketersediaan BOR di Kabupaten Tulungagung mencapai 63 persen. Sedangkan tingkat penambahan kasus aktif, kata dia, dalam dua bulan terakhir terjadi kenaikan namun tidak signifikan.

Wali Kota Madiun, Maidi juga menyampaikan bahwa tingkat ketersediaan BOR di Kota Madiun yang mencapi 69 persen. Pihaknya juga terus melakukan serta upaya penekanan penyebaran Covid-19 di Kota Madiun bersama aparat dan stake holder terkait.

Kemudian Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menerangkan, terkait kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Trenggalek mencapai 86 pasien. Untuk tingkat keterpakaian BOR di Kabupaten Trenggalek mencapai 30 persen.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menerangkan terkait kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi mencapi 101 pasien. Sementara tingkat keterpakaian BOR di Banyuwangi mencapai 51 persen.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawannah menerangkan terkait tingkat keterpakaian BOR di Kabupten Bojonegoro yang mencapi 58 persen. Kasus Covid-19 yang aktif di Bojonegoro saat ini tercatat sebanyak 15 orang.

Terkait kondisi tersebut, Kepala BNPB meminta para bupati dan wali kota agar terus melakukan kerjasama optimalisasi penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. “Konsisten dan meningkatkan jumlah pemeriksaan baik tracing maupun testing. Pantau kedisiplinan protokol kesehatan dan pembatasan mobilitas penduduk serta diperlukan kolaborasi, koordinasi dan sinergitas antar stake holder dalam menangani kasus Covid-19,” kata Ganip Warsito.  (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.