4 Keris Ini Dipercaya Membawa Kemakmuran, Apa Saja?

Rudy Hartono - 26 July 2024
Keris motif beras wutah, banyu mili, pedaringan kebak yang ditampilkan berjajar dalam Festival Joko Dolog Surabaya. (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Keris atau biasa disebut tosan aji merupakan peninggalan masa kerajaan Mataram Hindu yang diperkirakan ada sekira abad ke 5 Masehi dan masih digunakan hingga sekarang.

Budayawan Anwar Zen menjelaskan, keris berasal dari kata sinengker ning aris. Sinengker artinya rahasia atau tersembunyi, sedangkan aris dalam bahasa jawa berarti bijaksana, lemah lembut, dan hati-hati.

Sehingga siapapun yang membawa keris harus membawa dua sifat tersebut. Terlebih, tiap keris mengandung doa dari sang empu pembuat keris. “Yang membawa keris harus membawa dua sifat yaitu tidak sembarangan dan bijaksana dalam menggunakan keris, dalam berperilaku kehidupan,” sebutnya.

Doa atau harapan itu, tampak dari pamor atau bentuk gambar pada bilah keris yang menceritakan filosofinya. Misal terkait kemakmuran.

Anwar Zen menyebut, ada 4 keris yang membawa simbol keberuntungan dan kelancaran rejeki, yakni keris pamor beras wutah, udan mas, banyu mili, pedaringan kebak.

Keempat keris tersebut melambangkan rejeki yang mengalir layaknya air dan melimpah seperti beras yang tumpah. “Misal pamor beras utah yang punya filosofi menggambarkan beras yang tumpah-tumpah jadi untuk rejeki agar tidak kurang-kurang,” jelasnya.

Selain itu, bagi orang yang baru mulai mengoleksi keris juga bisa mengawalinya dengan empat keris lurus terlebih dulu, yakni keris dapur brojol, tilam upih, tilam sari, dan jalak sagu tumpeng.

“Untuk pemula saran saya diutamakan harus memiliki keris yang lurus minimal tiga, setelah itu baru mengoleksi keris yang lain,” lanjutnya.

Bukan tanpa alasan. Pria yang akrab disapa Romo Anwar itu menyebut, bentuk keris yang lurus dipilih sebab menjadi simbol kedamaian, tegak lurus bersandar ke sang pencipta.

“Dengan bentuk yang lurus itu menyimbolkan sandaran kita kepada sang pencipta itu selalu lurus dan tegak dan membawa sifat yang damai,” tuturnya.

“Karena ada pakem yang dulu dibawa sunan kalijaga saat menyebarkan Islam di tanah jawa pada abad ke 15 ke atas. beliau mengajarkan filosofi keris dan memberi pemahaman untuk memelihara tiga keris tersebut,” pungkasnya. (hk/red)

Tags: , , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.