TISA: Chatbot AI sebagai Asisten Difabel Netra, Rungu hingga Intelektual
SR, Surabaya – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya berdampak pada dunia bisnis atau industri, tetapi juga memberi manfaat besar bagi penyandang disabilitas. Salah satu inovasi yang mulai mendapat perhatian adalah TISA (Technology Integrated Smart Assistant), chatbot berbasis AI yang dirancang khusus untuk membantu difabel dalam aktivitas sehari-hari.
Menurut laporan WHO Disability and Health Data (2024), lebih dari 1 miliar orang di dunia hidup dengan disabilitas, dan banyak di antaranya menghadapi hambatan dalam mengakses informasi maupun layanan publik.
Kehadiran chatbot seperti TISA bisa menjadi solusi praktis: mulai dari membaca teks untuk tunanetra, menerjemahkan bahasa isyarat untuk tunarungu, hingga memberikan pengingat obat dan jadwal bagi difabel intelektual.
Di Indonesia, Kementerian Kominfo (2025) juga menekankan pentingnya integrasi teknologi ramah penyandang disabilitas dalam layanan digital. Chatbot AI yang inklusif bukan hanya alat bantu, tetapi juga bentuk nyata dari pelayanan publik yang setara. Dengan teknologi Natural Language Processing (NLP), TISA mampu memahami konteks percakapan dan memberikan respon personal, sehingga memudahkan difabel berinteraksi tanpa merasa terbatasi.
Digitalisasi inklusif seperti ini juga mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 10 tentang mengurangi kesenjangan. Dengan TISA, teknologi membuktikan dirinya tidak hanya canggih, tetapi juga manusiawi—hadir sebagai teman sekaligus jembatan aksesibilitas. (*/dv/merah)
Tags: AI, kecerdesan buatan, superradio.id, tisa
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





