Trik Membuat Konten Menarik di Media Sosial

Yovie Wicaksono - 26 July 2021
Ilustrasi. Foto : (Pixabay/Joseph Mucira)

SR, Surabaya – Media sosial sedang gencar digunakan pada akhir-akhir ini. Tidak sedikit ahli, memilih media sosial sebagai sarana menyampaikan informasi yang mereka pahami. Namun begitu, beberapa juga dari mereka terkadang belum mengerti cara menyampaikan informasi dengan lebih menarik.

Menyampaikan informasi, atau akrab disebut ngonten, diperlukan beberapa trik khusus agar lebih menarik perhatian audiens. 

Terkait hal tersebut, dokter hewan sekaligus influencer (seseorang yang bisa memberikan pengaruh pada masyarakat) di aplikasi TikTok, Putri Ekha Puspitayani memberikan pemaparannya tentang tujuh trik membuat konten yang menarik di media sosial. 

Menarik perhatian

Menurut Putri, menarik perhatian merupakan pengembangan ide yang dapat direfleksikan menjadi suatu pesan. 

“Contoh, temen-temen harus mikir dulu nih, ‘aku ada kasus begini yang lagi hits, seumpama tentang pemberian kunyit untuk mengatasi luka pada kucing.’ Nah temen-temen bisa tangkap dulu ide tersebut dan ketika sudah punya satu pokok poin pembahasan, bisa lanjut ke proses yang kedua,” tuturnya.

Pesan yang jelas

Proses kedua ini, dapat dilakukan dengan mengolah konten melalui bahasa yang mudah dimengerti. 

“Terus yang paling penting, ingat audiens kita itu pasti orang awam kan. Ketika orang awam, gunakanlah bahasa-bahasa yang sederhana dan jelas,” imbuh Putri.

Menciptakan kepercayaan

Putri menyebut bahwa menciptakan kepercayaan dilakukan dengan memastikan pesan yang disampaikan dari proses yang pertama harus bisa dipercaya, tidak bohong, dan terjangkau. 

“Contoh kan tadi tuh ada kasus luka dikasih kunyit, nah sebagai dokter harus cek dulu kebenarannya. Sertakan jurnal-jurnal pendukung juga, kalau perlu,” ungkapnya.

Mengkomunikasikan keuntungan

Pesan yang disampaikan harus memiliki manfaat bagi kedua belah pihak, sehingga dapat meminimalisir kesalahan informasi dan hoaks di masyarakat. 

“Pesan yang disampaikan dapat memberikan keuntungan, terutama bagi kedua belah pihak. Untungnya yakni kita bisa meluruskan hoaks-hoaks yang ada dan kemudian pasti kan tanya, ‘dokter, praktiknya dimana?’ Nah itu poinnya,” terang Putri.

Konsisten

Disampaikan oleh Putri bahwa konsistensi juga merupakan proses yang tidak kalah penting. Hal itu bisa diterapkan melalui lini masa (timeline, Red) yang dapat kita buat. 

“Oh aku nih seminggu harus unggah sekitar dua konten, minggu depan dua konten lagi seterusnya. Jadi, harus konsisten dan terkini,” papar Putri.

Menyentuh hati dan pikiran

Putri menyebut, pesan yang disampaikan harus dapat menyentuh akal dan emosi sasaran. 

“Jadi contohnya kalau sudah diberi tahu misalnya ketika pemberian kunyit pada luka kucing tidak benar, karena ada kejadian yang bahkan semakin sepsis. Terus target atau audiens akan merasa bersalah dan kemudian membawa hewan mereka ke dokter,” tambah Putri.

Mendorong untuk bertindak

Pesan yang disampaikan dapat mendorong dan memengaruhi sasaran untuk bertindak ke hal-hal positif. 

“Ketika dia sudah mengetahui bahwa dia bersalah, maka selanjutnya akan tahu kemana harus pergi.  Ya kemana lagi kalau bukan ke kita sebagai dokter hewan,” pungkas dokter yang memiliki lebih dari 36 ribu pengikut di aplikasi TikTok tersebut. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.