Sudah 4 Hari LPG 3 Kg Langka di Pasuruan, Pelaku UMKM Kelimpungan
SR, Pasuruan — Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram atau gas melon mulai langka di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Sejumlah pengecer mengaku tidak menerima kiriman sejak empat hari terakhir.
Kondisi ini berdampak pada warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kesulitan mendapatkan LPG. “Ya, memang sulit cari LPG melon. Biasanya beli di dekat sini, tapi sekarang tidak ada. Jadi harus beli lebih jauh,” ujar Lely, pemilik warung di Jalan Veteran, Bugul, Sabtu (11/4/2026).
Ia mengaku harus mencari hingga ke wilayah Blandongan, Rejoso, Kabupaten Pasuruan untuk mendapatkan LPG. Hal serupa dialami Hilmi, warga Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo.
“Ya sempat panik, karena butuh masak untuk mandikan anak. Untung dapat di kampung sebelah dengan harga Rp 20.000,” kata dia.
Toko tutup, stok kosong
Di salah satu subpangkalan di Kelurahan Bugul Kidul, stok LPG terlihat kosong. Toko bahkan terpaksa tutup karena tidak dapat melayani pembeli. “Barangnya kosong, yang 12 kilogram juga kosong. Makanya tutup,” ujar penjaga toko. Koordinator Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Pasuruan Raya, Dwi Hardono, mengatakan kelangkaan terjadi akibat keterlambatan distribusi dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). “Dua hari telat. Rencananya hari ini ada kiriman,” kata Dwi. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara tegas meminta masyarakat untuk berhenti menimbun elpiji tabung 3 kilogram (gas melon) dan beralih ke pola belanja bijak sesuai kebutuhan.
Khofifah menekankan bahwa kecemasan berlebih masyarakat justru menjadi pemicu utama timbulnya kelangkaan semu di pasar. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Gunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan. Kami tegaskan, tidak boleh ada penimbunan, baik LPG maupun BBM,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Masyarakat diminta tidak perlu khawatir kekurangan pasokan. Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, memberikan data teknis untuk menenangkan warga. Meskipun stok di titik distribusi akhir (depo) terlihat hanya cukup untuk beberapa hari demi faktor keamanan, total cadangan energi yang ada di jalur logistik sangatlah kuat. “Jika dihitung secara nasional, termasuk yang berada di kapal, pelabuhan, dan dalam perjalanan, total stok mencapai sekitar 20 hari,” jelas Iwan. (*/ant)
Tags: elpiji 3 kg, langka
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.




