Kemenkes Duga KLB Hepatitis A di Pacitan Karena Pencemaran Air Bersih

Yovie Wicaksono - 2 July 2019
Ilustrasi. Foto : (Shutterstock)

SR, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menduga Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A yang telah menyerang masyarakat Pacitan, Jawa Timur, disebabkan karena air bersih yang tercemar. Sumber air bersih yang digunakan oleh masyarakat yang berasal dari sungai Sukorejo diduga digenangi banyak limbah rumah tangga.

“Daerah yang menangani KLB Hepatitis A secara geografis adalah daerah pegunungan dan sekarang sedang mengalami musim kemarau sehingga kesulitan mendapat air bersih. Terdapat depo air minum isi ulang, tetapi tidak semua masyarakat mengkonsumsi air tersebut,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Anung Sugihantono di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

KLB Hepatitis A di Kabupaten Pacitan tersebar di 9 Puskesmas yakni Sudimoro, Sukorejo, Ngadirojo, Wonokarto, Tulakan, Bubakan, Tegalombo, Arjosari, dan Ketrowonojoyo. Total kasus 957 orang dan tidak ada kematian.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi oleh Tim Gerak Cepat Kemenkes, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dan Puskesmas Sudimoro, diketahui bahwa pada 15 Juni 2019 Dinkes Kabupaten Pacitan menerima laporan dari Puskesmas Sudimoro telah ditemukan kasus diduga Hepatitis A sebanyak 8 kasus.

Pada 17 Juni 2019 dilakukan penyelidikan epidemiologi oleh Dinkes Pacitan bersama Puskesmas Sudimoro dan ditemukan 60 kasus. Selanjutnya dilakukan pengambilan 8 spesimen serum oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, kemudian dikirim ke BBLK Surabaya dengan hasil Positif Hepatitis A.

Berdasarkan pemeriksaan laboratorium, pada 17 Juni 2019 dilakukan pengiriman 8 spesimen oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ke Laboratorium BBLK Surabaya. Hasilnya, 8 spesimen reaktif pada pemeriksaan HAV IgM (Positif Hepatitis A).

Hasil Laboratorium Swasta dan RSUD Pacitan yang tinggal di Sudimoro dan Ngadirojo menunjukkan sero marker hepatitis A positif.

Ada pula Hasil RDT HAV IgM dari pemeriksaan di PKM 12 spesimen yang dilakukan BBTKL-PP Surabaya tanggal 20 Juni 2019 dengan hasil 11 spesimen positif hepatitis A, bahkan pemeriksaan dengan RDT hepatitis B positif 1 spesimen (sampel berasal dari 7 kasus yang sedang dirawat di PKM dan 5 orang dari keluarga penunggu pasien).

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat, mulai dari sosialisasi hingga pengamanan lingkungan dari kemungkinan paparan virus Hepatitis A melalui pembagian Lysol pada penderita dan keluarganya.

“Perlu ditingkatkan koordinasi lintas program dan lintas sektor terkait upaya penanggulangan KLB di Kabupaten Pacitan. Perlu juga dilakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit dan faktor risiko Hepatitis A serta PHBS di tatanan rumah tangga,” kata Anung. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.