SMAK Santa Maria Gali Budaya Nusantara melalui Pagelaran Seni

Yovie Wicaksono - 27 April 2019
Salah satu penampilan siswa kelas 11 SMAK Santa Maria dalam Pagelaran Seni bertajuk Simfoni Negeriku, Sabtu (28/4/2018). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Ratusan pelajar kelas 11 SMAK Santa Maria Surabaya, menghadirkan berbagai penampilan seni budaya khas Indonesia yang dikemas dalam Pagelaran Seni bertajuk Simfoni Negeriku, Sabtu (27/4/2018).

Koordinator pagelaran seni, Brigita Klara Krisdina Mamuaya mengatakan, kegiatan ini untuk menggali budaya nusantara yang kemudian para siswa diberi ruang untuk mengapresiasi dalam bentuk karya seni yang mereka ciptakan sendiri dalam situasi masa kini.

“Anak-anak berusaha mengkolaborasikan macam-macam budaya di Indonesia, jadi dari berbagai daerah itu sebagai bentuk kekuatan, berbeda namun mereka padukan sehingga menjadi hasil yang indah, menjadi simfoni yang indah,” ujar perempuan yang kerap disapa Gita ini.

Total ada 6 repertoar pentas seni yang ditampilkan oleh sekitar 200 siswa kelas 11 SMAK Santa Maria. Berbagai jenis konsep tari dan musik yang diusung murni dari ide dan gagasan siswa, guru hanya mengawasi dan memberi masukan.

Beberapa penampilan dalam pentas seni ini diantaranya adalah Linimasa dari 11 IPS 1, Sandya dari 11 IPS 2, Evolusi dari 11 IPA 1, WIB dari 11 IPA 2, Selaras dari 11 IPA 3, dan Pesona Bhinneka dari 11 Bahasa.

Ketua Kelas sekaligus Koordinator 11 Bahasa, Patricia Zenny Putri (17) mengatakan, dalam pegelaran seni ini mereka menghadirkan Pesona Bhinneka yang menggambarkan keindahan atau pesona dari kebudayaan Indonesia yang beragam.

“Kita tau bahwa Indonesia itu memiliki banyak budaya, dan disini kita menampilkan Tari Saman dari Aceh, Tari Merak dari Jawa Barat, lalu Tari Asmaranda yang dipadukan dengan Tari Bali, yang dimana koreografinya kita ciptakan sendiri,” ujarnya.

Selain itu, 11 Bahasa juga menampilkan dua rapper andalannya, yang menciptakan lirik lagunya sendiri dengan menggunakan bahasa dari Nusa Tenggara Timur dan Bahasa Jawa. Mereka mengaku untuk persiapan konsep pementesan membutuhkan waktu sekitar satu bulan dengan waktu latihan hanya dua minggu sebelum pementasan.

“Melalui penampilan tadi, kami ingin menyampaikan bahwa selama kita mempunyai rasa cinta kepada Indonesia, maka marilah kita melestariakan seni budaya yang ada. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?” ujarnya.

Salah satu wali murid dari 11 Bahasa, Thomas Tyo mengaku sangat senang dengan adanya pagelaran seni yang mengenalkan dan mengajarkan anak-anak terhadap budaya Indonesia.

“Harapan saya dengan pagelaran seni ini, anak-anak bisa lebih mengenal budaya-budaya Indonesia yang beraneka ragam. Meskipun sekarang sudah jaman millennial, tapi kita tetap harus tau budaya kita dulu itu seperti apa, agar lebih mencintai Indonesia,” tandasnya.

Sekedar informasi, pagelaran seni ini merupakan kegiatan rutin sekolah yang digelar di setiap semester dua pada bulan April atau Mei untuk siswa kelas 11 SMA Santa Maria dalam pengambilan nilai seni budaya. Ide, merupakan kriteria awal dari penilaian, disusul kemudian penilaian praktik saat pentas. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.