Sidak Penataan Kota Lama Malam Hari Eri Instruksikan Bongkar yang Tidak Rapi

Rudy Hartono - 15 May 2024
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar inspeksi mendadak (sidak) pembangunan dan penataan kawasan Kota Lama, Selasa (14/5/2024) malam.(Foto: RRI)

SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar inspeksi mendadak (sidak) pembangunan dan penataan kawasan Kota Lama, Selasa (14/5/2024) malam. Sidak kali ini, ia melakukan pengecekan sejauh mana progres pembangunan Kota Lama berjalan.

Saat di lokasi, Wali Kota Eri Cahyadi menemukan ada beberapa titik yang perlu dilakukan perbaikan, dan penambahan material. Seperti di pedestrian Jalan Rajawali, di depan Hotel Arcadia. Dirinya ingin, penataan batu alam di pedestrian tersebut diratakan dan penambahan tanaman.

“Progres sudah berjalan sesuai dengan perencanaan, tapi saya minta beberapa ada yang perlu diperbaiki, saya minta untuk dibongkar, karena ada yang kurang pas. Termasuk penataan tanaman, juga terkait dengan pemasangan batu alamnya, jadi ada yang kurang pas, jadi saya minta agar di-stamper lagi agar rata,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Tidak hanya itu, Wali Kota Eri Cahyadi juga ingin, di zona Eropa, Kota Lama dilakukan penambahan penerangan jalan umum (PJU). Penambahan PJU tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pejalan kaki dan pengunjung Kota Lama.

“Karena ini nanti (rutenya) akan memutar Bank Mandiri, sehingga di situ harus ada lampu yang lebih terang dan pembangunan juga harus lebih rata, tidak boleh lagi ada yang seperti tadi,” tegas Wali Kota Eri.

Selain soal PJU, dia juga meminta kepada jajarannya segera merapikan utilitas listrik yang menjuntai hingga ke bawah pedestrian. Tentu hal itu akan membahayakan pejalan kaki, jika tidak segera dilakukan perbaikan.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu juga meminta kepada jajarannya di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya untuk segera merapikan ducting.

Dalam sidak kali ini, Cak Eri bersama jajaran asisten dan kepala perangkat daerah (PD) Pemkot Surabaya menilik satu persatu proyek pembangunan Kota Lama. Mereka berjalan kaki mengecek secara detail, mulai dari area Gedung Internatio, Taman Sejarah, Jalan Prenjak Gedung Cerutu, Jalan Mliwis, berputar melalui Gedung Singa, kemudian kembali ke area Gedung Internatio.

Diketahui, wisata heritage di kawasan Kota Lama itu terbagi menjadi empat zona, yakni zona Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu, yang dulunya menjadi pusat perekonomian. Banyak toko-toko yang didirikan oleh etnis Tionghoa di sepanjang Jalan Kya-Kya Kembang Jepun, serta banyak saudagar dari Arab dari negara timur yang berdagang di kawasan ini. Sedangkan di zona Eropa menjadi pusat kota di zaman pemerintahan kolonial Belanda. (*/rri/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.