Sidak Pedagang Hewan Kurban di Kediri

Yovie Wicaksono - 22 July 2020
Pemeriksaan kesehatan fisik hewan kurban di wilayah  Desa Joho, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (21/7/2020). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, melakukan sidak serentak di sejumlah tempat penjualan hewan kurban di wilayah  Desa Joho, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, dengan melibatkan 5 tim pada Selasa (21/7/2020). Pengawasan ini dilakukan terkait kesiapan menjelang perayaan Iduladha pada akhir Juli mendatang.

Dalam sidak tersebut, diketahui pedagang sudah menerapkan protokol kesehatan. Teknis penerapanya, mulai dari pengecekan suhu badan terhadap calon pembeli, sebelum masuk. Penerapan jaga jarak antar pembeli saat memilih hewan kurban. Tersedianya tempat cuci tangan, serta pemisahan jalur keluar masuk.

“Kegiatan ini sesuai dengan edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan nomor 008 tahun 2020 tentang pelaksanaan kegiatan kurban di masa pandemi Covid-19. Jadi tahun ini kita berbeda dengan tahun sebelumnya,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih.

Ia menilai, dari hasil pantauan yang dilakukan ada sekitar 150 hewan kurban jenis sapi dan kambing yang dijual disini. Dari hasil pemeriksaan kesehatan semuanya dinyatakan tidak ada masalah. Namun dari segi usia, diakuinya jika  ada satu ekor hewan kurban yang tidak memenuhi persyaratan untuk dipotong (belum Poel). Disamping itu juga ditemukan satu ekor lagi kambing yang secara fisik mengalami cacat, alat reproduksi testis hanya ada satu.

“Dari segi kesehatan sehat semua, kemudian kalau dari segi umur memang ada hewan kurban yang tidak memenuhi syarat. Dilihat umur itu dari gigi kambing. Kemudian dilihat kondisi kambing tidak cacat, tadi juga kita temukan ada satu yang cacat artinya dari testisnya tidak sempurna, tidak sepasang hanya satu (sanglir), dari segi istilah medis namanya Cryptorchid, jadi itu tidak boleh untuk kurban,” ujarnya.

Dilihat dari kondisi pandemi seperti sekarang, diakuinya memang agak sedikit berat bagi pedagang, jika semuanya diharuskan menerapkan protokol kesehatan.

“Terkait dengan kondisi pandemi agak sedikit  berat untuk pedagang, misalkan harus menerapkan seperti ini. Karena bagaimanapun kondisi kandang atau tempat-tempat menyediakan hewan kurban tidak semuanya mungkin seperti ini,” katanya.

Meski demikian ia berharap, semua pedagang hewan kurban tetap menerapkan protokol kesehatan semaksimal mungkin. Minimal pakai masker, jaga jarak dan mengurangi interaksi dengan bergerombol.

Setelah pemeriksaan selesai tim monitoring dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri kemudian memberikan rekomendasi berupa surat keterangan sehat yang menjelaskan  jika hewan kurban yang dijual telah memenuhi persyaratan. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.