Syarat Baru, Pengurus Ranting PDIP Sidoarjo Wajib Diisi Perempuan dan Anak Muda

Rudy Hartono - 13 July 2026
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sidoarajo Raymond Tara Wahyudi (tengah) bersama pengurus DPC Rahmat Pavi Harjo (kanan) dan Jaiman (kiri) menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" saat memandu jalannya Penjaringan Calon Ketua Ranting PDI Perjuangan se-Dapil 5 Sukodono-Taman di Kayoo Kafe Jalan Bohar, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (12/7/2026) malam

SR, Sidoarjo– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Sidoarjo secara resmi menerapkan paket persyaratan baru yang ketat dalam perombakan struktural tingkat desa melalui Musyawarah Ranting (Musran) yang merupakan agenda lima tahunan untuk memilih pengurus baru.

Dipersyaratkan personalia pengurus ranting periode ini wajib memenuhi kriteria inklusivitas generasi dan gender, sekaligus membersihkan silsilah kepengurusan dari praktik nepotisme internal. Persyaratan ini merujuk pada instruksi DPD PDI Perjuangan Jatim.

“Formasi pengurus ranting tetap 9 orang. Namun, pengurus harus diisi kader perempuan minimal 3 orang dan diisi minimal 4 orang kader anak muda usia di bawah usia 35 tahun,” kata Rahmat Pavi Harjo, Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC Sidoarjo, dalam acara Penjaringan Calon Ketua Ranting PDI Perjuangan se-Dapil 5 Sukodono-Taman di Kayoo Kafe Jalan  Bohar, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (12/7/2026) malam.

Dijelaskan kebijakan itu didasarkan data hasil survei terbaru, bahwa proyeksi politik pada Pemilu 2029 mendatang, jumlah pemilih muda di bawah usia 35 tahun dan pemilih perempuan akan melonjak jauh lebih banyak daripada periode sebelumnya.

Selain persyaratan wajib itu, diimbau penyusunan pengurus mempertimbangkan sebaran kader merata secara geografis di seluruh wilayah desa. “Karena itu hendaknya memilh calon pengurus: Jangan satu RT; Jangan Satu RW; dan Jangan satu rumah. Harapannya kader kita biar merata dan tersebar di masing-masing desa kita,” papar Pavi membacakan lebih detail persyaratan pengajuan pengurus ranting PDI Perjuangan.

Para Pengurus Ranting menuliskan lima nama kandidat ketua ranting saat sesi penjaringan Penjaringan Calon Ketua Ranting PDI Perjuangan se-Dapil 5 Sukodono-Taman di Kayoo Kafe Jalan Bohar, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (12/7/2026) malam.

Sementara itu Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Raymond Tara Wahyudi  mengatakan penjaringan ketua Ranting PDI Perjuangan ini merupakan upaya partai untuk memanasi mesin politik sejak dini. Melalui pembersihan dan penyegaran struktur dari level bawah, PDI Perjuangan bertujuan memastikan seluruh roda organisasi bergerak aktif, menguji militansi kader, serta mengunci keunggulan suara jauh sebelum tahapan pemilu dimulai.

“Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) dalam pesannya menegaskan bahwa pengurus ranting adalah motor penggerak PDI  Perjuangan di setiap desa di seluruh Indonesia raya. Karena itu pengurus ranting sebagai ujung tombak partai yang  berhadapan langsung dengan masyarakat, bisa menjadi figur yang mewakili karakter dan citra baik partai,” kata Tara.

Pimpinan partai menyadari bahwa formasi sembilan orang pengurus ranting tidak akan cukup untuk mengawal kewilayahan desa jika bergerak sendiri. Melalui nakhoda ketua ranting yang baru, seluruh pergerakan tata kelola kepartaian harus diwujudkan dan disinergikannya secara vertikal dengan DPC, DPD serta DPP.

“Pimpinan DPC telah menegaskan tidak boleh ada lagi sekat organisasi di mana pengurus yang dilibatkan dan diajak bicara hanya unsur KSB (ketua, sekretaris, dan bendahara, –Red) saja. Dan,  DPC bertekad menghapus kekosongan pergerakan di tingkat ranting dan anak ranting agar seluruh elemen dapat bergerak bersama,” janji Tara.

Dalam kesempatan itu, Tara tak lupa menyampaikan rasa duka atas wafatnya Bambang Riyoko, salah seorang tokoh politik militan di Dapil 5 Sukodono-Taman. “Beliau teladan yang baik, loyal, dan militan. Menjelang wafat, beliau masih ikut rapat memberi masukan untuk kemajuan organisasi. Beliau juga selalu menyediakan sarana  dan fasilitas miliknya untuk kepentingan PDI Perjuangan,” kenang Tara. (ton/red)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.