Pertamina Datangkan 45,9 Ribu Ton LPG Perkuat Stok Nasional

Rudy Hartono - 14 July 2026
Kapal Pertamina Gas 1 (PG1) yang membawa sekitar 45,9 ribu metrik ton Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Freeport, Texas, Amerika Serikat. (sumber: rri)

SR, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga kembali memperkuat ketahanan energi nasional melalui kedatangan kapal Pertamina Gas 1 (PG1) yang membawa sekitar 45,9 ribu metrik ton Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Freeport, Texas, Amerika Serikat.

Muatan tersebut terdiri atas sekitar 23 ribu metrik ton propane dan 22,8 ribu metrik ton butane. Pasokan ini menjadi bagian dari strategi Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keandalan pasokan LPG nasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor produktif.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, Senin (13/7/2026) mengatakan ketahanan energi menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, perusahaan terus memperkuat rantai pasok melalui diversifikasi sumber pasokan, optimalisasi infrastruktur logistik, dan distribusi yang berkelanjutan.

“Di tengah dinamika energi global, menjaga keandalan pasokan merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Pertamina Patra Niaga terus memastikan setiap mata rantai pasok, mulai dari pengadaan hingga distribusi, berjalan secara terintegrasi agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor produktif tetap terpenuhi. Kedatangan Pertamina Gas 1 menjadi wujud nyata komitmen kami dalam memastikan pasokan LPG tetap tersedia secara aman, andal, dan berkelanjutan,” ujar Kitty.

Muatan LPG yang dibawa Pertamina Gas 1 setara dengan sekitar 15,2 juta tabung LPG 3 kilogram. Setibanya di Indonesia, sekitar 26 ribu metrik ton dibongkar di Terminal LPG Sekong, Banten, sedangkan sekitar 19,9 ribu metrik ton dibongkar di Terminal LPG Arun, Aceh.

Pasokan tersebut selanjutnya memperkuat stok nasional sebelum didistribusikan melalui jaringan infrastruktur Pertamina Patra Niaga sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Pertamina Gas 1 bertolak dari Freeport, Texas, Amerika Serikat, pada 29 Mei 2026 dan menempuh pelayaran lintas samudra menuju Indonesia dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional. Pengiriman ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola rantai pasok energi global sehingga pasokan LPG tiba sesuai jadwal.

Sebagai Subholding Commercial & Trading Pertamina, Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memperkuat sistem logistik energi melalui optimalisasi pengadaan, armada pengangkutan, infrastruktur terminal, serta jaringan distribusi yang terintegrasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan ketersediaan energi yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (*/rri/red)

 

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.